Nunukan

Sadar Kesehatan di Nunukan Selatan Masih Rendah

Foto : Lurah Nunukan Selatan Kelik Suharyanto menyampaikan sambutan pada acara Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK)

NUNUKAN – Pemahaman masyarakat di Kecamatan Nunukan Selatan terhadap kesehatan ibu dan anak perlu ditingkatkan lagi. Kesimpulan ini berdasar data laporan Realisasi Program dan Hasil Intervensi PISPK Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sedadap tahun 2020.

Diwawancarai diksipro.com usai memimpin kegiatan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) Rabu, (10/3/20121)lalu, Plt. Kepala UPT Puskesmas Sedadap, dr. Evi Maryani membenarkannya.

Dalam paparannya terkait segi kesehatan ibu, balita, gizi, imunisasi dan KB dikatakan terdata ada 20 KK dengan bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif, 2 KK dengan balita status gizi buruk dan 2 KK yang melahirkaan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bahkan masih terdapat KK yang tidak rutin membawa bayi balitanya ke Posyandu.
“Secara umum tingkat kesadaran mereka (masyarakat di Nunukan Selatan) dapat dikatakan memang masih rendah,” tegas dr. Evi.

Namun kejadian ini menurut Evi bukan akibat kurang gencarnya pihak UPT Puskesmas Sedadap menyampaian kepada masyarakat terkait hal tersebut. Mengingat dalam sejumlah kegiatan, pihaknya tidak henti-henti menyosialisasikan tentang kesehatan ibu dan anak termasuk jenis pelayanan yang tersedia di Puskesmas Sedadap.

“Dari analisa kami, rendahnya kepedulian itu disebabkan banyak keluarga yang ternyata lebih fokus pada pekerjaan keseharian mereka sehingga kepedulian atau antisipasi terhadap kesehatan ibu dan anak ini kerap terabaikan,” tegas Evi.

Mestinya, sejak memasuki masa kehamilan, perawatan dan kontrol kesehatan terhadap ibu dan calon bayi sudah harus mendapat porsi perhatian yang lebih dari masing-masing keluarga. Termasuk pemahaman persalinan yang selayaknya ditangani oleh tenaga medis terdidik serta pemberian ASI, vitamin, imunisasi penimbangan berat badan pada pertumbuhan bayi selanjutnya memang masih rendah.

“Dari data yang kami paparkan, tingkat kunjungan untuk mendapatkan layanan kesehatan masih di bawah lima puluh persen dari prosentase sasaran kami,” lanjut Evi lagi.

Mengatasi hal tersebut, menurut dia yang akan dilakukan pihak Puskesmas Sedadap adalah lebih gencar lagi menyosialisasikan program mereka terhadap masyarakat. Diantaranya melalui kegiatan pada Posyandu-Posyandu.

Terkait pembatasan layanan kesehatan di Puskemas Sedadap yang dialihkan kepada Puskesmas Induk pada masa pandemi Covid 19 sekarang ini hanya pada beberapa layanan kesehatan. Khusus untuk penyuluhan kesehatan ibu dan anak serta imunisasi tetap diselenggarakan seperti biasa.

Foto : Pemateri, dr Evi Maryani dan dr Joshua

Selain dr Evi Maryani, pada Musyawarah Masyarakat Kelurahan yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Kantor Kelurahan Nunukan Selatan kemarin, juga menghadirkan dr Joshua sebagai pemateri. Khusus paparan materinya, dr Joshua lebih spesifik pada kasus penyebaran virus Corona-19 yang masih merupakan ancaman serius hingga saat ini. Namun fakta dilapangan berbanding terbalik. Justru masyarakat mulai banyak yang mengabaikannya.

Membuktikan keseriusan ancaman penyebaran Virus Corona ini, Joshua membuka data tentang peningkatan-peningkatan kasus tersebut yang memang mengarah pada jumlah kasus yang meningkat.

Itu sebabnya kepada peserta musyawarah yang hadir kemarin, diantaranya Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat serta para kader Posyandu, Joshua sangat berharap adanya peran lebih aktif dari semua pihak dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Termasuk pada program vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah dalam upaya mengantisipasi penyebaran Virus Corona, keterlibatan tokoh masyarakat dan kader-kader bidang kesehatan dapat memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat,” kata Joshua.

Hal tersebut, lanjut dia, perlu dilakukan mengingat banyaknya informasi menyesatkan tersebar di tengah masyarakat sehubungan dengan program vaksinasi ini.

Hadir dan membuka secara resmi kegiatan yang dilangsungkan, Camat Nunukan Selatan Drs. Baharuddin D. menegaskan pentingnya kegiatan serupa ini diselenggarakan.

“Masyarakat harus jelas dan luas memahami tentang dunia kesehatan. Melalui pertemuan-pertemuan dan paparan serupa inilah secara umum saya harapkan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Nunukan Selatan selalu terpelihara baik bahkan lebih meningkat lagi,” tegas Baharuddin. (PND/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button