NunukanSeni & Hiburan

Fashion Week Nunukan Menuai Pro dan Kontra Warganet

NUNUKAN – Pelaksanaan Fashion Week Nunukan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, ternyata menuai pro dan kontra warganet.

Hal itu diketahui dari poling suara warganet di Facebook @Peduli Nunukan yang dilakukan melalui akun pribadi Kabid Pemuda dan Olahraga, Disbudporapar Kabupaten Nunukan, Rina Dwi Juliati

Hingga sore Rabu (3/8//2022), warganet yang setuju dengan pelaksanaan Fashion Week sebesar 48 persen atau 169 suara. Sedangkan yang tidak setuju sebesar 41 persen (139 suara). Selebihnya, yang tidak tau sebesar 9 persen atau 32 suara.

Kendati prosentase yang menyatakan setuju sedikit lebih banyak, namun warganet yang mengomentari postingan tersebut didominasi suara kontra.

Beberapa diantaranya, seperti yang dilontarkan akun

@Saqilah Saqilah ‘Tidak setuju sarana menebar aurat’.

@Putranda Syahrani ‘Tak tertarik. Momen 17-an lomba makan kerupuk aja dan pancing botol’.

@Sain Setya Setya ‘Buat apa ikutan. Cuma buat hancur warga Nunukan saja. Buang-buang waktu’.

Sedangkan diantara yang setuju, namun menilai tempat lokasi dilaksanakan even yang terinsipirasi dari Citayam Fashion Week (CFW) itu kurang tepat, memberikan tanggapan

@Mawar Kasih ‘Kecuali diadakan bukan di jalanan. Apalagi di jalanan umum, bikin macet’.

@Muhammad Asrion ‘Di Lingkar kayaknya bagus diadakan bah, nda ribet cari fashion’

Rencananya, Disbudporapar Nunukan akan menggelar Fashion Week tersebut pada, Ahad (31/7/2022) mendatang di kawasan Alun-alun Kota Nunukan sekitar Pk. 08.00 hingga Pk. 10.00 Wita, lokasi zebra cross di depan gedung BNI.

Menurut Rina Dwi Juliati, Nunukan Fashion Week memang terinspirasi dari CFW, namun dalam pelaksanaannya berbeda.

“CFW kan waktunya bebas. Bisa malam, sore hari bahkan tengah malam. Tapi Fashion Week di Nunukan ini hanya pagi hari saat Car Free Day (CFD) pada hari Minggu,” tutur Rina, Rabu (3/8/2022).

Dijelaskan, CFD di Nunukan didukung Peraturan Bupati Nomor 17 tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedangkan Fashion Week yang akan dikemas saat kegiatan CFD berlangsung, sebagai wadah pengembangan kreativitas di bidang fashion. Utamanya untuk para model dan designer.

“Kita punya designer anak muda di Nunukan. Untuk menggelar ajang peragaan busana seperti umumnya, perlu biaya besar. Kalau ikut fashion week ini tidak perlu biaya. Tinggal soal kepercayaan diri saja,” imbuhnya.

Diharapkan, kegiatan itu nantinya akan menjadi destinasi wisata baru untuk masyarakat Nunukan. Memberi berdampak pada transaksi jual beli di pasar tani dan usaha kuliner masyarakat yang ada di Alun Alun Kota Nunukan pada setiap hari Ahad.

“Warga bisa mendapat hiburan, sehatnya juga iya. Karena Fashion Week di Nunukan baru akan run way setelah kegiatan senam bersama yang selama ini sudah rutin dilaksanakan di lokasi tersebut. Mau kulineran juga bisa. Uang akan beredar di situ,” kata Rina.

Sebelumnya, jadwal terencana pelaksanaan Fashion Week yang akan diselenggarakan Disbudporapar Nunukan ini sempat tertunda lantaran disebut-sebut terbentur pemenuhan syarat administrasi dari Polres Nunukan untuk sebuah perhelatan yang digelar pada area publik. (DEVY/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button