Nunukan

Putra Mantan Wabup Nunukan Dicatut Jadi DPO

NUNUKAN – Kabar tak sedap menimpa keluarga mendiang mantan Wakil Bupati Nunukan, Hj. Asmah Gani. Salah seorang putranya, Mahlan Arsyad disebut-sebut masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Metro Jaya.

Informasi tersebut disertai dengan beredarnya foto Mahlan melalui halaman sebuah pamflet yang memastikan dirinya menjadi DPO pihak kepolisian karena terlibat kasus penipuan pinjaman online dengan jeratan pasal 374 dan 372 KUHP Tentang Penggelapan dan Penipuan.

Masih pada media yang sama, yang menerakan logo kepolisan dan loga Polda Metro jaya tersebut, tertulis nama Mahlan sebagai DPO Polda Metro Jaya lengkap dengan alamat tempat tinggalnya di Nunukan.

Belakangan terungkap bahwa sebaran informasi tersebut adalah palsu atau lebih dikenal dengan istilah informasi hoax.  Putra pasangan Hj. Asmah Gani dan H. Arsyad Thalib ini telah menjadi korban hoax dari perbuatan jahil orang yang tidak bertanggung jawab.

Kerabat korban yang juga anggota Polres Nunukan, H. Nur Rahmat,S.H mengungkapkan, informasi itu dia peroleh pertama kali dari salah seorang temannya yang dikirim secara pribadi melalui telepon seluler miliknya.

“Teman saya secara pribadi bertanya tentang kebenaran informasi tersebut sambil menyertakan foto sebaran pamflet yang dia dapatkan,” ujar Nur Rahmat.

Memiliki akses di Polda Metro Jaya,  Nur Rahmat mencoba mengkonfirmasi kenalannya anggota Subdit IV Jatanras Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jacklyn Choppers.

 “Kebetulan saya dengan beliau (Jacklyn Choppers) sering berkomunikasi lewat Whatsapp,” terang Nur Rahmat. Oleh Jacklyn Choppers, informasi tersebut langsung dicroscek, hingga diperoleh kepastian bahwa informasi tersebut hoax atau tidak benar,” beber Nur Rahmat.

Atas kepastian dari pihak Polda Metro Jaya tersebut, Nur Rahmat berharap kepada masyarakat jika ada yang menerima informasi serupa agar mengabaikanya dan tidak turut menyebarkan informasi bohong ini. Karena siapapun yang meneruskan atau menyebarkan sebuah informasi yang tidak benar dapat dikenakkan UU ITE.

“Kami sudah pastikan bahwa informasi ini hoax dan dimohon bagi yang menerima informasi tersebut tidak turut menyebarluaskannya lagi,” tegas Nur Rahmat.

Mahlan Arsyad sendiri mengaku tidak ambil pusing dengan informasi fitnah yang dialamatkan pada dirinya tersebut.

“Saya cuekin saja. Saya tidak pernah merasa merugikan orang lain. Sudah itu saja,” ungkap Mahlan singkat saat dikonfirmasi media ini. (DIA/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button