Komunitas

Laura : Takdir Saya Mengurusi Masyarakat dan Daerah

Dari Kunjungan Silaturahim PPBI Cabang Nunukan Pada Bupati

NUNUKAN – Sangat menyukai tanaman hias tapi selalu gagal jika menanam sendiri. Begitu pengakuan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura, SE., MM., Ph.D di hadapan sejumlah pengurus Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Nunukan yang datang bersilaturahim padanya, Rabu (16/6).

Tidak sampai di situ, dalam pertemuan yang berlangsung akrab di ruang kerjanya saat itu Laura menambahkan, mungkin itu bagian dari takdir dirinya yang lebih diamanahkan untuk mengurusi masyarakat dan daerah ketimbang mengurusi tanaman. Kalimat ini juga dilanjutkan dengan ketawa riang Bupati tentang pengalamannya dalam urusan bunga hias tersebut.

“Benar. Saya sangat menyukai jenis tanaman hias. Beberapa kesempatan kunjungan keluar daerah saya sering membeli tanaman hias. Tapi sampai di sini (Nunukan), setelah saya pindahkan ke pot, paling berusia tiga atau empat hari. Mati lagi….mati lagi….,” kata Laura.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan minat Bupati untuk tetap bersikukuh mempertahankan kegemarannya terhadap tanaman hias. Menyiasati problem yang terjadi, Bupati lalu mempercayakan kepada orang terdekat untuk mengurusi tanaman hias yang menjadi koleksinya di rumah. Sedangkan dirinya cukup sebagai penikmat saja.

Itu sebabnya Laura menyampaikan rasa terima kasihnya karena pada kunjungan silaturahim yang berlangsung, dirinya mendapat souvenir 3 tanaman hias Bonsai dari PPBI Cabang Nunukan.

“Wah…bentuknya sudah bagus-bagus ya. Nanti saya minta orang saya di rumah yang mengurusinya biar menjadi pelengkap koleksi tanaman hias saya,” kata Laura.

Laura sempat menanyakan cara-cara dasar dalam perawatan tanaman hias Bonsai. Maksudnya, pengetahuan yang dia dapatkan nanti akan ditularkan kepada perawat untuk ketiga Bonsai yang telah berpindah tangan menjadi miliknya tersebut.

Ketua PPBI Cabang Nunukan, Adharsyah mengatakan kunjungan silaturahim kepada Bupati saat itu lebih sebagai memperkenalkan tentang keberadaan komunitas tanaman hias Bonsai di Nunukan. Sebagai perkumpulan yang ingin memberikan sumbangsih positif terhadap kemajuan daerah melalui hobi yang digeluti bersama teman-teman yang tergabung di dalam komunitas.

“Sekalian kami (PPBI Cabang Nunukan) meminta restu dan kesediaan Bupati untuk dicantumkan menjadi pelindung organisasi pada kapasitasnya sebagai Kepala Daerah. Alhamdulillah Bupati sudah menandatangani persetujuan tertulis atas kesediannya sebagai pelindung,” kata Adharsyah.

Selain Adharsyah, beberapa pengurus inti PPBI Cabang Nunukan yang melibati kunjungan silaturahim terhadap Bupati saat itu, Juni Mardiansyah (Wakil Ketua I), Ahmad Sabarul Yaqin (Wakil Ketua II), Sriady Faisal (Sekretaris), Rahmad Hidayat (Wakil Sekretaris) dan Ari Agung Sopian (Bendahara).

Menambahkan, Wakil Ketua I Juni Mardiansyah menjelaskan terkait cenderamata bonsai yang diberikan PPBI kepada Bupati tersebut antara lain juga dimaksudkan sebagai sosialisasi dalam upaya memperkenalkan tanaman hias jenis Bonsai secara luas kepada seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, tidak terkcuali terhadap pejabat kepala daerah.

“Kami harapkan kedepannya seni Bonsai dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat di Kabupaten Nunukan lalu memunculkan minat untuk menyukainya. Karena banyak hal positif yang bisa diperoleh dari kegemaran yang satu ini,” tegas Juni yang memiliki sejumlah koleksi bonsai berkelas milik pribadinya.

Selain Bupati, kunjungan silaturahim saat itu juga dilakukan PPBI Cabang Nunukan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadi, S. Hut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Ir. H. Dian Kusumanto. Berikut menyusul kunjungan silaturahim pada Direktur RSUD Nunukan Dr. Dulman dan Kepala UPT KPH Kehutanan Nunukan Roy Leonard Agus S.Hut.

Pada PPBI Cabang Nunukan, institusi maupun figur para pejabat tersebut dilibatkan sebagai Dewan Pembina maupun Penasihat. Mereka juga termasuk pihak yang antusias dan merespon positif terbentuknya komunitas tanaman hias Bonsai di Nunukan. (PND/DIKSIPRO)

Komentar

Back to top button