FLS3N Tingkat SLTA di Nunukan Resmi Digelar

Pembukaan FLS3N 2016 tingkat SMA dan SMK tahun 2026 di Nunukan
NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara wilayah Nunukan kembali menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA dan SMK tahun 2026 di tingkat kabupaten.
Kegiatan ini resmi dibuka di SMK Negeri 1 Nunukan pada Minggu (26/4/2026), dengan melibatkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah. Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta sudah terlihat, terutama saat pelaksanaan technical meeting.
Para siswa peserta lomba tampak siap bersaing sekaligus menampilkan karya terbaik mereka di berbagai cabang lomba.
Ketua panitia FLS3N Nunukan, Muchlas, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini memberikan ruang yang lebih luas bagi kreativitas pelajar. Menurutnya, penambahan cabang lomba dilakukan agar minat dan bakat siswa dapat tersalurkan secara optimal.
“Tidak sekadar mengejar prestasi, FLS3N juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Mereka dilatih untuk disiplin, percaya diri, dan berani mengekspresikan ide kreatif di depan publik,” jelas Muchlas.
Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Nunukan, Mahfuz, S.Ag, menegaskan pentingnya penguatan seni dan budaya di kalangan generasi muda. Ia menilai festival ini sebagai wadah strategis untuk menumbuhkan kepekaan estetika sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Menurutnya, karya-karya yang dihasilkan peserta mencerminkan perpaduan antara kreativitas modern dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan pendidikan.
Berbagai cabang lomba dipertandingkan dalam FLS3N tahun ini, mulai dari komik digital, desain poster, fotografi, cerpen, jurnalistik, kriya, baca puisi, gitar solo, cipta lagu, film pendek, cipta puisi, seni tari, nyanyi solo, hingga monolog.
Melalui ajang ini, para pelajar SMA dan SMK di Nunukan tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam dunia kompetisi seni.
Semangat yang ditunjukkan para peserta menjadi gambaran berkembangnya kreativitas pelajar di wilayah perbatasan yang kian siap bersaing di tingkat lebih tinggi. (ADHE/DIKSIPRO)



