NunukanPendidikanSeni & HiburanUmum

SMAN 1 Nunukan Borong 5 Gelar

Ini Daftar Juara I FLS3N 2026 Kabupaten Nunukan ‎

NUNUKAN – Ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2026 resmi melahirkan para juara terbaik dari berbagai cabang lomba. Sejumlah sekolah berhasil menunjukkan dominasi, dengan SMAN 1 Nunukan tampil sebagai peraih gelar terbanyak.

‎Dalam hasil akhir perlombaan, SMAN 1 Nunukan sukses memborong lima gelar juara I melalui Andi Kaisah Dalilah Sam (Cipta Puisi), Marsanda Rachael Ledi (Menyanyi Solo Putri), Rafael Damos Golot Tuba (Instrumen Gitar Solo), Muhammad Arafah (Komik Digital) serta trio Noertjahjo Eko Mustiko, Febriyan dan Ghiswa Rizky Syahputra (Filem Cerita Pendek).

‎SMK Negeri 1 Sei Menggaris, SMAN 2 Nunukan Selatan dan SMA Katholik ST. Gabril masing-masing berbagi raihan dua gelar juara I. Dua siswa SMK Negeri 1 Sei. Menggaris yang berhasil meraih gelar juara 1 adalah Ayu Hasmidar (Kriya) dan Ulfiana ((Desain Poster)

‎Dua siswa dari SMA Negeri 2 Nunukan Selatan ikut mengharumkan nama sekolah mereka dengan keberhasilan meraih juara I pada ajang kali ini adalah Syarfikah (Baca Puisi) dan Irmisa Syabani pada cabang lomba Penulisan Jurnalistik.

‎Nama SMA Katholik ST. Gabril Nunukan juga tercatat menjadi sekolah yang meraih dua gelar juara 1 pada FLS3N tahun 2026 Kabupaten Nunukan melalui siswa mereka Thea Miranda Rosari (Cipta Lagu) serta duet Nikolaus Nota Werang, Anjeliano Nedabang  (Tari Kreasi)

‎Sedang empat gelar juara I lainnya, diperoleh Muhammad Ridwan (SMAN 2 Nunukan) pada lomba Menyanyi Solo Putra, Oppie Fahreza (SMAN 3 Nunukan) pada cabang lomba Fotografi, Nurul Aini (SMAN 1 Sebatik) untuk cabang lomba Monolog serta Andi Nurul Arzeti (SMAN 1 Sebuku) pada cabang lomba Menulis Cerita Pendek.

‎Seluruh peserta yang berhasil meraih juara I dipastikan akan menjadi wakil Kabupaten Nunukan untuk melaju ke ajang FLS3N 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

‎Ketua Panitia FLS3N Kabupaten Nunukan 2026, Mukhlas, menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dan profesional. Ia memastikan tidak ada keterlibatan guru dari sekolah peserta sebagai juri dalam perlombaan.

‎“Penilaian murni dilakukan oleh dewan juri yang independen. Kami pastikan tidak ada guru dari sekolah peserta yang menjadi juri, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar objektif,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Dengan berakhirnya FLS3N tahun 2026 tingkat kabupaten ini, diharapkan para juara dapat terus mempersiapkan diri untuk bersaing di tingkat provinsi dan membawa nama baik Kabupaten Nunukan ke level yang lebih tinggi. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button