Nunukan

DP3AP2KB Nunukan Perkenalkan Layanan Papa Koe

Faridah Aryani : “Kerahasiaan identitas konseli akan terjaga,”

NUNUKAN – Dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Nunukan menambah satu pelayanan kegiatan kerja baru yang disebut Konseling Keluarga.

Kepala DP3AP2KB Nunukan, Faridah Aryani menjelaskan, bentuk pelayanan yang baru launching pada tanggal 1 September 2021 tersebut adalah bimbingan atau pendampingan kepada masyarakat, individu anggota keluarga yang fokus pada masalah-masalah berhubungan dengan situasi keluarga dan penyelenggaraannya melibatkan anggota keluarga yang diperkenalkan dengan nama Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Melalui Konseling Keluarga (PAPA KOE).

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat ketika di dalam lingkungan keluarganya mengalami problem keluarga, masalah beban psikis yang membutuhkan bimbingan atau pendampingan konselor,” terang Faridah.

Sasarannya untuk membantu mengatasi masalah yang tengah dihadapi dengan menemukan solusinya

Dipastikan, layanan bimbingan atau pendampingan yang akan diberikan guna membantu mengatasi masalah yang terjadi untuk menemukan solusi terbaik melalui konseling ini sama sekali tanpa konsekwensi biaya alias gratis.

Menyebutkan antara lain contoh permasalahan dalam keluarga yang dapat dikonsultasikan, dikatakan Faridah, misal terjadi kasus tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), problem dalam pernikahan, kasus Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) hingga jika ada perilaku yang menyimpang dari anggota keluarga.

Sebagai sebuah pelayanan baru di instansi yang dia pimpin, menurut Faridah Aryani, fasilitas konseling keluarga ini memang belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Itu sebabnya, pasca diperkenalkan per 1 September lalu, program konseling Keluarga ini begitu gencar disosialisasikan DP3AP2KB kepada masyarakat.

Sekretaris DP3AP2KB Nunukan, Erlina ST., MAP.Sekretaris DP3AP2KB Nunukan, Erlina ST., MAP. (Foto : PND/DIKSIPRO)

Mendampingi Faridah, Sekretaris DP3AP2KB Nunukan, Erlina ST., MAP memastikan, sosialisasi yang dilakukan bukan sekedar memperkenalkan keberadaan program konseling keluarga di DP3AP2KB Nunukan.

Tidak kalah penting dari itu, adalah memberi pemahaman kepada masyarakat segala hal terkait pada pelaksanaan konseling itu sendiri.

“Karena masih banyak masyarakat kita berasumsi, masalah yang terjadi dalam keluarga merupakan aib yang harus ditutup-tutupi yang tidak boleh diketahui orang lain,” kata Erlina.

Banyak kasus atau permasalahan dalam keluarga yang anggota keluarga itu sendiri tidak tahu bagaimana mendapatkan jalan keluar terbaiknya. Lalu membiarkannya menjadi berlarut-larut. Bahkan tidak sedikit pula yang justru menempuh cara keliru dalam menyelsaikannya.  

Padahal, lanjut Erlina, konseling yang dilakukan sangat menjamin terjaganya kerahasiaan identitas konseli (individu yang mengalami masalah). Karena yang bersangkutan secara personal hanya berkomunikasi dengan psikolog sebagai konselor (ahli yang melakukan bimbingan).

“Bahkan kami dari DP3AP2KB sendiri pada tupoksi sebagai lembaga penyedia layanan konseling tidak akan mengetahui identitas para konseli,” tegas Erlina.

Kerahasiaan identitas konseli karena komunikasi dapat dilakukan juga secara online, melalui sambungan telepon atau aplikasi WhatsApp pada nomor 082253952857. Namun jika yang besangkutan bersedia melakukannya secara offline atau tatap muka, kesempatan tersebut juga sangat terbuka, namun tetap dengan prinsip terjaga kerahasiaanya.

“Layanan online yang diberikan juga untuk memudahkan masyarakat di daerah ini yang berada di luar pulau. Misalnya yang berada di wilayah Sebatik atau wilayah tiga,” kata Erlina lagi. (PND/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button