Feature

Am Hang, Fotografer Pertama di Nunukan

Foto : Rafeah, Fatma dan Sitti Aminah, tahun 1958 saat berpose di depan pintu gerbang Masjid Nurul Iman

NUNUKAN – Tahun 1958 tiga dara manis bersaudara di Nunukan; Rafeah (18), Fatma (16) dan Sitti Aminah (17) berpose di depan pintu gerbang Masjid Nurul Iman di Jl. Kauman. (saat ini menjadi Jl. Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat).

Fotografer yang merekam momen tersebut seorang warga keturunan Tionghoa bernama Am Hang. ‘Tukang foto’ pertama dan satu-satunya di Nunukan pada masa itu. Jika ada rekaman foto peristiwa atau orang di Nunukan sebelum tahun 1960, dapat dipastikan merupakan rekaman foto karya Am Hang.

Sangat sedikit informasi bisa diperoleh terkait riwayat fotografer pertama di Nunukan ini. Sebuah sumber menyebutkan, setelah tahun 1960 Am Hang pindah ke Tarakan hingga tutup usia di sana.

Tapi informasi lain mengatakan, pada tahun 1960 itu Am Hang sebenarnya pulang ke negeri leluhurnya di Cina, hingga tidak pernah terdengar lagi kabar beritanya setelah itu.

Awal Januari 2015, wartawan media ini berhasil mempertemukan kembali Rafeah (75), Fatma (73) dan Sitti Aminah (74). Lalu membuat ulang rekaman foto mereka seperti yang pernah dibuat Am Hang 57 tahun lampau. Di tempat yang sama, dengan posisi yang sama namun pada tahun yang berbeda.

Foto : Rafeah, Fatma dan Sitti Aminah, tahun 2015 (PND/DIKSIPRO)

Baik Rafeah, Fatma maupun Sitti Aminah mengaku sangat terkesan dengan momen bersejarah ‘reuni’ tanpa terencana ini. Bagaimana pun selama ini masing-masing dari mereka sudah hidup saling berjauhan. Terpisah kota bahkan berbeda negara.

Fatma misalnya, sejak tahun 1972 sudah menetap di Kota Tawau dan menjadi warga negara di negeri jiran tersebut. Disusul Aminah beberapa tahun kemudian. Rafeah sendiri memperkirakan tahun 1992 hijrah ke Tanjung Selor.

“Hanya waktu-waktu tertentu saja kami bisa bertemu. Misalnya saat Hari Raya atau acara penting keluarga. Itu pun belum tentu lengkap karena masing-masing punya kesibukan sendiri-sendiri dengan waktu dan kesempatan yang terbatas,” kata Rafeah. (PND/TELUSUR/DIKSIPRO)

Komentar

Back to top button