Umum

Tingkatkan Kapasitas dan Kesejahteraan, SPPG Bukit Arung Luncurkan Program Khusus Hari Sabtu

NUNUKAN – Sebuah kebijakan hangat dan jarang ditemukan datang dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera di Nunukan. Di hari Sabtu yang seharusnya libur persiapan dan penyaluran makanan bagi penerima manfaat, para relawan justru diundang berkegiatan positif.

Di tengah kesibukan melayani pemenuhan gizi masyarakat, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera menghadirkan kebijakan yang layak diapresiasi. Melakukan pembinaan mental, pengembangan kepribadian hingga peningkatan kapasitas terhadap para relawannya.

‎”Setiap Sabtu kami tidak distribusikan makanan. Tapi tetap melakukan aktifitas positif untuk teman-teman relawan, mengembangkan diri, menjaga kebersihan, dan mempererat kebersamaan. Kegiatannya ringan, tapi nilainya besar buat kemajuan mereka,” ujar Ramli, Kepala Bagian Tata Usaha SPPG Bukit Arung Sejahtera.

Kebijakan ini sudah disosialisasikan sebelumnya dan mulai dijalankan resmi pada Sabtu (18/7/2026). Berbeda dengan hari biasa yang dihabiskan untuk memasak dan menyiapkan menu gizi, hari Sabtu diisi dengan kegiatan pembinaan bagi para relawan. Misalnya, olahraga bersama, kerja bakti lingkungan, kegiatan rohani, hingga pelatihan keterampilan seperti tata boga.

‎Saat ditemui di lokasi kegiatan, Kepala Bagian Tata Usaha SPPG Bukit Arung Sejahtera, Ramli, menjelaskan tujuan di balik kebijakan ini.

‎”Tidak ada paksaan sama sekali. Siapa yang ingin hadir, kami catat sebagai kehadiran kerja dan berhak menerima insentif penuh. Bagi yang berhalangan hadir pun tidak diberi sanksi apa pun, hanya saja tanpa mendapatkan insentif seperti rekan lainnya,” tegas Ramli.

Kabarnya, kebijakan ini disambut sangat antusias. Sebagian besar relawan memilih hadir setiap Sabtu, kecuali ada keperluan mendesak yang tak bisa ditinggalkan. Selain kegiatan yang jauh lebih santai dan menyenangkan, nilai tambah upah yang tetap diberikan menjadi bentuk apresiasi nyata atas dedikasi mereka selama ini dalam menjamin pemenuhan gizi par penerima manfaat.

Langkah ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pelayanan sosial dimulai dari memperlakukan tenaga pelaksananya dengan baik. Kebijakan yang mengutamakan kesejahteraan sekaligus pengembangan kapasitas relawan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi lembaga pelayanan sosial lain di wilayah Nunukan dan sekitarnya.(ADHE/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button