LSM Pallawa dan Masyarakat Dayak Agabag Sepakat Selesaikan Masalah Lewat Musyawarah Adat
NUNUKAN – Suasana damai dan penuh kekeluargaan menyelimuti penyelesaian permasalahan antara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pallawa dengan masyarakat adat Dayak Agabag wilayah Kabudaya, Kabupaten Nunukan. Melalui musyawarah adat yang berlangsung di Baloy Adat Impong De Lunas Insuai, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Rabu (15/7/2026), kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan secara kekeluargaan.
Penyelesaian ini diambil terkait beredarnya tayangan video di media sosial yang dinilai menyentuh nilai adat budaya yang berlaku di tengah masyarakat. Hasil musyawarah yang melibatkan para tetua adat dan tokoh masyarakat menetapkan sanksi adat berupa penyerahan satu ekor sapi dan satu ekor ayam sebagai bentuk pernyataan kesadaran dan penghormatan terhadap aturan adat setempat.
Ketua Umum Dewan Adat Dayak Agabag Kabupaten Nunukan, Robeth Atim, menjelaskan sanksi tersebut bukan bertujuan menjatuhkan, melainkan mengacu pada ketentuan adat yang masih dijunjung tinggi.
“Denda ini bukan sekadar materi, melainkan simbol penghormatan terhadap budaya yang hidup di tengah masyarakat kami. Semua ini diambil lewat musyawarah mufakat agar persaudaraan tetap terjalin baik,” ujar Robeth.
Mewakili LSM Pallawa, Ridwan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh tokoh adat dan masyarakat Dayak Agabag. Ia menjelaskan bahwa materi orasi yang menjadi sumber permasalahan sejatinya bertujuan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang didampingi, dan sama sekali tidak bermaksud mendiskreditkan pihak manapun.
“Kami menyadari jika penyampaian kami menimbulkan penafsiran berbeda dan menyinggung perasaan saudara-saudara kami. Hal itu sungguh tidak disengaja. Melalui peristiwa ini, kami pun belajar banyak untuk lebih menghargai keragaman budaya yang ada di Kaltara,” ungkap Ridwan.
Pertemuan yang sempat berlangsung lebih lama dari jadwal ini berjalan aman dan kondusif, turut diawasi aparat kepolisian serta difasilitasi Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Kaltara, H. Sura’i. Dalam kesempatan itu, disampaikan pula amanat Wakil Bupati Nunukan Hermanus yang berharap seluruh perbedaan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan menjaga kerukunan antarwarga.
Hadir pula dalam kegiatan ini perwakilan Kapolres Nunukan (Kasat Binmas AKP Najamuddin), Kepala Badan Kesbangpol Hasan Basri, serta para tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.
Dengan terselesaikannya persoalan ini, diharapkan keharmonisan antar elemen masyarakat di Kabupaten Nunukan tetap terjaga, serta semangat gotong royong dan saling menghormati antarperbedaan senantiasa terjaga dengan baik.



