NunukanUmum

SPPG Bukit Arung Sejahtera Klarifikasi Soal SD Negeri 005 Nunukan.

Sumari : "Sangat memaklumi jika calon penerima manfaat belum faham,"

NUNUKAN – ‘Kicauan’ salah seorang guru di SD Negeri 005 Nunukan, Damaris melalui suntingan video di salah satu flatform media sosial tentang siswa sekolah tempat dia mengajar hingga kini belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG), padahal sudah pernah dilakukan pendataan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di daerah ini, ditanggapi santai oleh pengelola SPPG Bukit Arung Sejahtera, Sumari.

Kenapa harus Sumari yang memberikan tanggapan? Karena pada video berdurasi 1 menit 45 detik yang menayangkan ungkapan tersebut, kendati tidak menyebut langsung nama SPPG Bukit Arung Sejahtera, namun Damaris memastikan SPPG yang mendata, yang operasional dapur MBG-nya menggunakan gedung eks Kantor Imigrasi Nunukan. Yang otomatis mengarah pada SPPG Bukit Arung Sejahtera.

Sumari membenarkan bahwa pendataan siswa di SD Negeri 005 Nunukan sudah dilakukan pihaknya melalui Kepala SPPG Bukit Arung Sejahtera, Pandu. Namun yang harus dipahami oleh calon penerima manfaat, pendistribusian makanannya tidak serta merta bisa segera direalisasikan setelahnya. Mengingat ada tahapan-tahapan proses yang dilakukan. Mengacu pada standar pelayanan yang harus dipatuhi.

“Kami harus memaklumi jika ada calon penerima manfaat belum memahami mekanisme pendistribusian MBG. Seluruh penyelenggaraannya harus mengacu pada ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah serta perhitungan dan pertimbangan tepat dari SPPG,” kata Sumari.

Terkait ketentuan dari pemerintah yang harus dipatuhi seperti yang dimaksudkannya, menurut Sumari adanya faktor-faktor yang harus perhitungkan, dipertimbangkan matang serta asumsi antisipasi persoalan agar tidak terjadi trouble pada pelaksanaannya. Bahkan hingga sisi psikologis pelajar sekolah berdekatan yang belum tersentuh program MBG menjadi kepedulian SPPG Bukit Arung Sejahtera.

Memberikan salah satu contoh perhitungan yang harus dilakukan secara tepat, setelah data jumlah pelajar dari sebuah sekolah diperoleh, dilakukan pengelompokan secara teliti pada klasifikasi untuk penerima manfaat dengan porsi sedang atau penerima manfaat dengan porsi besar.

Mencermati dengan seksma kondisi setiap siswa calon penerima manfaat, jika ternyata ada yang harus mendapat pelayanan berbeda bagi yang akan mengalami gangguan kesehatan lantaran alergi pada jenis bahan makanan tertentu. Belum lagi pertimbangan efektifitas jumlah kuota yang akan terbagi dengan jumlah siswa calon penerima manfaat yang sudah didata.

“Selaku penanggung jawab pengelola SPPG Bukit Arung Sejahtera, saya sangat menekankan langkah kehatian-hatian  pada segala bentuk pelayanan yang kami berikan,” tegas Sumari.

Menyebutkan asumsi waktu akan terealisasinya pendistribusian MBG untuk pelajar SD Negeri 005 Nunukan, menurut Sumari seperti yang sudah terjadwalkan sebelumnya, dilakukan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H nanti.(ADHE/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button