Nunukan

PMI Penghuni Rusunawa Gaduh

Setelah 76 dari 208 Orang Dinyatakan Positif Covid

NUNUKAN – Kegaduhan terjadi Senin (9/8)  sekitar Pk. 17.30 Wita di Rusunawa Jl. Ujang Dewa RT.07 Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan. Puluhan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditampung sementara di Rusunawa tersebut melakukan aksi protes terhadap hasil pemeriksaan antigen dan VCR Covid-19 yang baru mereka terima.

Seperti diketahui dalam minggu ini terjadi penambahan 208 penghuni Rusunawa yang merupakan PMI yang baru dipulangkan dari beberapa tempat di wilayah negara bagian Malaysia Timur.

Pada tanggal 3 Agustus lalu terhadap mereka dilakukan pemeriksaan antigen dan VCR untuk mendeteksi penyebaran Virus Corona. Hasilnya, dari 208 yang diperiksa, 76 diantaranya dinyatakan positif terpapar Covid-19. Dan hasil itu diumumkan kepada mereka pada Senin sore (9/8).

Hasil tersebut ternyata menyulut kemarahan puluhan diantaranya yang merasa informasi tersebut sangat terlambat mereka terima. Dengan alasan, selama beberapa hari menunggu hasil tes dikeluarkan, mereka masih tetap melakukan kontak erat antara satu sama lain.

“Sekarang kami tidak tahu, apakah jumahnya (yang reakatif) masih sama seperti itu atau malah bertambah. Karena selama ini kami tetap berkumpul bersama,” kata Maria palangkiti, salah satu diantara PMI yang dinyatakan posisitif terpapar Covid-19.

Selain soal keterlambatan informasi yang diterima, masih menurut Maria seharusnya pertugas tidak sekedar menyampaikan daftar nama mereka yang dinyatakan positif tapi harus dibarengi transparan memperlihatkan bukti medis hasil pemeriksaan dimaksud.

76 PMI yang telah dinyatakan positif terpapar Covid-19 itu juga menolak saat mereka akan dievakuasi dari banguan gedung A yang ditempati saat ini ke bangunan gedung B Rusunawa untuk diisolasi terpisah dengan PMI yang namanya  tidak tercantum dalam daftar telah terpapar Covid-19.

Alasan penolakan ini, selain karena pada bangunan gedung B saat ini sudah ditempati juga oleh sejumlah PMI sebelumnya yang lebih dulu dinyatakan positif terpapar Covid-19, mereka juga enggan terpisah dengan sanak keluarganya yang masih berada di bangunan gedung A Rusunawa.

Untungnya keributan ini segera teratasi dan tidak sempat menmbulan tindakan-tindakan anarkis setelah Ketua Forum Komunikasi Pumuda NTT, Lisran dihadirkan untuk menenangkan PMI yang sebagian besar merupakan warga Indonesi asal NTT.

“Saya sudah menjelaskan, untuk mengetahui hasil pemeriksaan VCR itu memang membutuhkan waktu yang prosesnya memang tidak bisa serta merta diperoleh. Mereka akhirnya bisa menerima alasan ini,” terang Lisran.

Dijelaskan Lisran, setelah akhirnya menerima untuk dialihkan ke gedung B Rusunawa, para PMI yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 ini menuntut untuk diberikan menu makanan sehat dan asupan vitamin untuk kebutuhan kesehatan mereka.

“Merek juga minta untuk pemenuhan kebutuhan air panas yang memang belum tersedia selama berada dalam penampungan di Rusunawa ini,” tembah Lisran.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (B2MI), Kombes Pol. Hotma Victor Sihombing yang hadir pada saat keributan di Rusunawa ini terjadi memastikan akan memenuhi tuntutan makanan sehat dan asupan vitamin seperti yang disampaikan para PMI.

Pemerintah daerah bersama B2MI, kata Victor tentunya akan mensinergikan perhatian mereka dengan kebutuhan yang disampaikan para PMI tersebut.

“Tidak ada niat yang buruk untuk mereka. Pemisahan yang dilakukan adalah untuk melindungi mereka, demi untuk menghindari semakin meluasnya penyebaran Virus Corona terhadap yang belum terpapar” terang Victor.(PND/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button