Nunukan

Panitia Perketat Awasi Busana Peserta Nunukan Fashion Week

Rina : “Perilaku menyimpang tidak kami akomodir,”

NUNUKAN – Panitia penyelenggara Fashion Week Nunukan, dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, memastikan akan selektif terhadap busana yang akan diakomodir dalam even yang rencananya digelar 31 Agustus 2022 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pemuda dan Olahraga, Disbudporapar Kabupaten Nunukan, Rina Dwi Juliati menjawab banyaknya tanggapan bagian dari masyarakat yang mengkritisi even tersebut terancam jadi ajang umbar aurat, seperti yang terjadi pada even serupa pada beberapa kota besar yang saat ini tengah viral.

“Busana yang akan diakamodir untuk ditampilkan tentu akan diseleksi panitia Nunukan Fashion Week. Kami akan selektif. Boleh unik tapi dengan batasan etika di ruang publik,” tegas Rina.

Tidak hanya soal busana yang dikuatirkan melanggar batas norma umum yang berlangsung di tengah masyarakat, menurut Rina pihak panitia juga tidak mengakomodir adanya perilaku menyimpang peserta pria yang menggunakan busana wanita atau sebaliknya. Atau perilaku-perilaku tidak lazim lainnya.

“Siapa aja boleh ikut. Tapi kami tidak mengakamodir perilaku menyimpang. Laki-laki tidak boleh mengenakan pakaian wanita. Begitu juga sebaliknya. Jika ada, kami tidak aka mengijinkannya ikut run way,” kata Rina lagi

Dia juga memastikan, busana adat diperboleh untuk dikenakan pada penampilan paserta dalam kegiatan itu nanti.

Selain menuai pro kontra dari warganet melalui pooling suara di Facebook @Peduli Nunukan melalui akun pribadi Kabid Pemuda dan Olahraga, Disbudporapar Kabupaten Nunukan, Rina Dwi Juliati, kritikan terhadap rencana kegiatan ini juga ramai berlanjut pada tanggapan–tanggapan masyarakat melalui link berita diksipro.com yang beredar di media sosial.

Diantara komen yang disampaikan melalui akun facebook milik :

Nasrul : “Ini kan menjelang 17 Agsutusan. Maka dari itu, kalau bisa buatlah lomba baca puisi atau pidato bertema kemerdekaan………….”

Shahrul : “Ngadih ngadih ajaa. Pengen trend koq ikut*an. Cari sensasi baru donk”

Wilem : “Miskin gagasan”

Fara Nuraini : “Udah resmi ditutup woi, katanya melanggar peraturan lalu lintas”

Rina menjelaskan, pelaksanaan kegiatan Fashion Week Nunukan tidak menggunakan anggaran dari Disbudporapar. Melainkan kerja ikhlas dan cerdas. Baik MC, fotografer dan lainnya yang dilibatkan semuanya inisiatif perorangan yang mau dukung kegiatan ini. (DEVY/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button