Nunukan

Kasus Covid Meningkat, Nunukan Selatan Menyeruak Posisi ke 2

NUNUKAN – Drastisnya kenaikan angka kasus Covid di Kabupaten Nunukan empat minggu terakhir membuat pemerintah di daerah ini akhirnya menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, terhitung sejak Senin (26/7).

Pada beberapa kecamatan terlihat penambahan angka tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Terutama sekali pada wilayah Kecamatan Nunukan Selatan.

Saat ini jumlah kasus positif di Kecamatan Nunukan Selatan tercatat sebanyak 403 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 267 orang dan angka meninggal dunia sebanyak 5 orang.

Peningkatakan kasus Covid di Kecamatan Nunukan Selatan bahkan langsung ‘mengantarkan’ wilayah ini berada pada urutan kedua dari sebelumnya berada pada posisi keempat di seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan.

Dari urutan keempat, Nunukan Selatan telah menggeser posisi Kecamatan Sembakung yang tadinya berada diurutan kedua dengan angka kasus positif terkini sebanyak 363 kasus dan jumlah pasien sembuh sebanyak 356, tercatat 1 orang meninggal dunia.

Mengggantikan posisi Nunukan Selatan, urutan keempat saat ini adalah Kecamatan Sebatik Timur dengan jumlah kasus positif sebanyak 207 kasus, jumlah pasien sembuh sebanyak 158 orang dan jumlah angka meninggal dunia sebanyak 5 orang. Sedangkan peringkat pertama masih disandang Kecamatan Nunukan dengan jumlah anngka positif sebanyak 1.284, pasien sembuh sebanyak 774 orang dan angka meninggal dunia 23 orang.

Masuk dalam 5 besar untuk jumlah kasus Covid di wilayah Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Sebuku dengan rilis angka kasus positif sebanyak 164 kasus, jumlah pasien sembuh 87 orang dan 1 meninggal dunia.

“Memang harus hati-hati untuk wilayah Kecamatan Nunukan Selatan karena telah menggeser Kecamatan Sembakung untuk jumlah kasus secara komulatif,” tegas Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Nunukan, Aris Suyono.

Menurut Aris, secara umum ‘ledakan’ peningkatan kasus Covid di Nunukan dimulai pada minggu ke 26 di tahun 2021 dan bertambah lagi pada minggu ke 27 dengan jumlah insiden sudah 149,75 per 100.000.

Data ini, lanjut Haris sebenarnya sudah memenuhi persyaratan Kabupaten Nunukan memasuki PPKM Level 4 pada minggu ke 27. Tapi karena terjadi keterlambatan selama 2 minggu pendataan ke Pusat maka status PPKM Level 4 di Nunukan baru diterapkan di minggu ke 29, Pesan ‘Hati-hati’,  juga disampaikan oleh Aris Suyono untuk beberapa kecamatan di wilayah tiga.

Karena pada beberapa kecamatan  sudah ditemukan kasus-kasus komuntas. Masyarakat datang ke Paskes dengan kondisi tingkat keparahan yg cukup tinggi. Contoh adanya penularan komunitas berada di wilayah Kecamatan simenggaris, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Sembakung. (PND/DIKSIPRO

Komentar

Related Articles

Back to top button