TANJUNG SELOR – Ekosistem pesisir Kalimantan Utara kini mendapat perlindungan lebih kuat! Pemerintah Provinsi Kaltara resmi melangkah lebih jauh dalam menjaga dan memulihkan hutan bakau melalui pembukaan serta sosialisasi Forest Programme (FP) VI di Hotel Luminor, Selasa (30/6).
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si. mewakili Gubernur Kaltara. Program ini berfokus khusus pada perlindungan, konservasi, dan pemulihan mangrove secara berkelanjutan di dua wilayah utama: Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung.
Taufik menegaskan, keberhasilan ini tidak bisa berjalan sendiri. “Sinergi dan komitmen seluruh pihak adalah kunci: kita menjaga kelestarian mangrove sekaligus mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir,” ujarnya.
Kaltara memiliki tanggung jawab besar: sebagian besar wilayahnya masih berhutan, menjadikannya aset berharga bukan hanya bagi daerah, melainkan nasional dan dunia. Hutan ini berperan vital menyerap karbon, menjaga keanekaragaman hayati, menahan abrasi, dan menjadi sumber kehidupan warga.
Meski begitu, tantangan masih ada: kerusakan lahan, perubahan iklim, hingga tekanan kebutuhan ekonomi. Oleh karena itu, Pemprov Kaltara berkomitmen menyusun kebijakan yang menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta memperkuat kerja sama lintas sektor dan pemerintah kabupaten/kota.
“Dengan kolaborasi dan inovasi, kita wujudkan hutan yang lestari, masyarakat yang mandiri, dan pembangunan yang berkeadilan bagi kita semua,” pungkasnya optimis.
Hadir dalam kesempatan ini Direktur Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI Nikolas Nugroho Surjobasuindro, S.Hut., M.T., serta Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Nur Laila, S.Hut., M.Si. (dkisp)




