Umum

Gubernur Kaltara Sambut Kunjungan Wadubes Australia

Dorong Penguatan Layanan Publik dan Pendidikan Inklusif

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menerima kunjungan resmi Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (6/5). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam pengembangan layanan publik dan sektor pendidikan.

‎Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Australia telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

‎Sebelum pertemuan, rombongan delegasi Australia lebih dulu meninjau sejumlah lokasi implementasi program, di antaranya SD Negeri 015 Tanjung Selor dan Kantor Bersama Samsat Bulungan. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung hasil kolaborasi yang telah berjalan.

‎Menurut Bertius, dukungan Australia melalui Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) serta Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) telah mendorong berbagai terobosan di Kaltara.

‎Beberapa inovasi yang dihasilkan antara lain layanan pajak inklusif melalui program SADAR BENUANTA, pengembangan Pajak Kendaraan di Atas Air (PKAA), serta hadirnya Forum Mentari sebagai wadah penyerapan aspirasi masyarakat secara setara dan inklusif. Selain itu, sektor pendidikan juga mengalami penguatan melalui pendekatan yang lebih adaptif dan inklusif.

‎“Program ini memberi dampak nyata, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik,” ungkap Bertius.

‎Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia Gita Kamath mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Ia menilai berbagai program yang dijalankan telah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam menghadirkan pendidikan yang ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

‎“Kami melihat komitmen kuat untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas,” ujarnya.

‎Dalam rangkaian kunjungan, delegasi Australia juga dijadwalkan mengunjungi Monumen Australia di Tarakan, yang menjadi simbol hubungan historis antara Indonesia dan Australia sejak masa Perang Dunia II.

‎Menurut Gita, kedekatan sejarah tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kerja sama di masa mendatang. Ia pun mengaku terkesan dengan perkembangan layanan publik di Kaltara yang dinilai semakin responsif dan inklusif.

‎Sebagai penutup kunjungan, Pemerintah Provinsi Kaltara menyerahkan cendera mata khas daerah berupa sesingal, batik Kaltara, dan manik-manik kepada delegasi Australia sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan.(dkisp)

Komentar

Related Articles

Back to top button