OpiniRubrikasi

Diksipro, Antara Musim Semi dan Pandemi

1 November 2020, ngobrol dengan pendiri sekaligus komisaris diksipro.com. Obrolan malam itu biasa saja. Tidak layaknya bincang ringan serius yang jamak dilakukan di tempat-tempat publik seperti cafe. Teras rumah dirasa cukup dan proporsional memulai kisah singkat, terbersitnya ide menelurkan sebuah media berbasis daring dengan target pasar pembaca di Kalimantan Utara (Kaltara).

Adharsyah, rasanya memang cukup asing pada nama ini. Tapi saya memilih menuliskan nama yang sehari-hari beliau lebih jamak dikenal, Bang Ade. Tentu banyak kawan-kawan dari lingkungan jurnalis lebih familiar pada nama ini. Awal karir dan profesinya adalah wartawan di Kota Nunukan yang kemudian menjadi tempat diksipro.com diperkenalkan.

Ini (media online) adalah tantangan baru. Selama ini lebih banyak mengenal jurnalistik cetak, singkatnya kepada saya malam itu. Sebelum memutuskan terjun serius di industri media daring, Ia sempat menerbitkan sebuah majalah pasca mengundurkan dari salah satu perusahaan penerbit surat kabar harian di bagian utara kalimantan.

Platform digital berbasis informasi memang sedang ramai-ramainya. Dalam hitungan bulan, muncul media-media baru dengan gaya dan cara penyajian informasi berbeda. Lalu apakah diksipro.com menawarkan sesuatu yang beda dibanding para sesepuh pendahulu di industri ini?

Tentu. Setidaknya rubrik-rubrik diksipro.com ada yang menjadi pembeda,”jawab Bang Ade, lugas. Sebelum menguraikan konten pembeda itu, saya tertarik membedah pemilihan nama media baru ini. Ya, diksi! Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi diartikan sebagai pilihan kata. Lalu tiga huruf PRO dibelakangnya, dapat diterjemahkan dalam beberapa istilah.

Pro (keberpihakan), Pro (Profesional), Pro (Produktif) dan beberapa arti lainnya. Pro ini lebih kepada motivasi terhadap tim kerja yang bertugas di dalamnya,” ungkap pria yang menyukai tanaman Bonsai ini.

Meski diperkenalkan kepada publik secara resmi tanggal 10 Januari 2021, diksipro.com telah dipersiapkan sejak bulan November 2020 lalu. Bulan dimana negara Australia sedang menikmati musim semi atau musim bunga. Bulan dimana kunjungan wisatawan asing dari berbagai belahan dunia sedang tinggi-tingginya. Media ini kemudian diluncurkan ditengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Nunukan sedang tinggi-tingginya.

Tentu tidak ada keterkaitan dengan tiga momentum alam tersebut. Hanya saja, diksipro.com dicetuskan tepat di tengah-tengah momentum tersebut.

Sebagai penikmat informasi amatiran seperti saya, diksipro.com mungkin saja sebuah saluran informasi yang hadir meramaikan bursa di kancah permediaan. Mungkin juga sebagai media yang ingin merebut panggung keterbukaan informasi publik dewasa ini. Wallahualam.

Oh iya, hampir kelupaan. Bang Ade meyakinkan saya bahwa diksipro.com hadir dengan sebuah rubrik yang diberi nama Rembuk Desa. Rubrik ini menjadi sarana publikasi pembangunan dan perkembangan desa-desa di wilayah Kaltara wabil khusus Kabupaten Nunukan. Tentu saja ada pilihan informasi dari se-antero 5 kabupaten/kota Kaltara di dalamnya.

Ekspektasi saya sebagai fakir informasi sekaligus rekan diskusi sang pendiri media ini tidak muluk-muluk. Jaga konsistensi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalisme beradab didalamnya. Lalu patahkan keraguan saya bahwa kehadiran sebuah media online di perbatasan, tidak hanya soal kepentingan industri dan benefit. Beri kami : pembaca informasi terkini, terverifikasi yang mengedepankan konkrisitas dengan sentuhan-sentuhan edukasi di dalamnya. Selamat datang diksipro.com. Sampai jumpa di balik layar ponsel pembaca. (Arman Maulana Amd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button