Umum

Bungkam Isu SARA, Kesbangpol Pimpin Langkah Persatuan Warga Nunukan

Hasilkan Lima Kesepakatan

NUNUKAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan mengambil langkah cepat dan tegas dalam meredam potensi konflik. Menindaklanjuti beredarnya unggahan provokatif bernuansa SARA di media sosial, Kesbangpol menggelar rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama seluruh elemen masyarakat yang menghasilkan lima butir kesepakatan perdamaian, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati ini dihadiri langsung Bupati Nunukan Irwan Sabri, Wakil Bupati Hermanus, Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, Danlanal Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, perwakilan Dandim, Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Ketua I DPRD, serta organisasi kemasyarakatan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), tokoh adat, tokoh agama, dan perwakilan paguyuban etnis yang tergabung dalam Forum Masyarakat Lintas Etnis (Formaline)

Sebagai pihak penyelenggara, Kesbangpol berperan vital dalam mempertemukan seluruh elemen guna menyatukan persepsi dan sikap menyikapi isu yang sempat memanas sehari sebelumnya. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Kesbangpol dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban umum, serta persatuan dan kesatuan masyarakat di wilayah perbatasan.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menyepakati lima poin sikap bersama:
1. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab seluruh warga, bukan hanya tugas pemerintah dan aparat
2. Mengutuk keras penyebaran konten provokatif dari akun yang diduga bodong dan berpotensi memecah belah
3. Mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi, selalu cek fakta, dan tidak menyebarkan konten memicu konflik
4. Memberikan kepercayaan penuh kepada Kepolisian untuk menindaklanjuti kasus sesuai aturan hukum
5. Sepakat mendukung langkah aparat serta menjaga sikap saling menghormati antar suku dan agama

Bupati Nunukan Irwan Sabri menyambut baik langkah cepat yang difasilitasi Kesbangpol. Sementara itu, Wakil Bupati Hermanus mengajak seluruh elemen menerapkan semangat “Bhinneka Tunggal Ika” yang disambut serentak peserta dengan teriakan lantang: “Kita Indonesia!”

Pertemuan pun ditutup dengan pengamalan filosofi hidup masyarakat lokal:
“Adil ka’ Talino, Bacuramin ka’ Saruga, Basengat ka’ Jubata”
(Adil kepada sesama manusia, berperilaku mulia, dan menyadari segala sesuatu berasal dari Tuhan).

Semboyan penuh kearifan ini disambut bulat tekad seluruh peserta: “Harus! Harus! Harus!” (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button