Nunukan

Bupati : “Berani ‘Main Mata’, Awal Kehancuran Bawaslu,”

Seluruh Pengawas Pelaksanaan Pemilu Dituntut Netralitasnya

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid menekankan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan, agar bersikap bersikap netral dalam menjalankan tugasnya. Samasekali tidak memiliki Conflict of interest pada semua peserta Pemilu. Baik terhadap partai politik atau perseorangan.

“Jika netralitas itu terjaga baik, maka selama itu pula Bawaslu akan tetap kokoh menghadapi semua masalah,” ucap Laura.

Namun sebaliknya, lanjut Bupati, ketika Bawaslu sudah berani bermain mata dengan peserta pemilu, maka di situlah awal mula kehancurannya.

“Bekerja saja sesuai tugas yang diamanahkan. Dan terpenting, bekerja secara profesional. Artinya, ikutilah aturan main yang ada. Jangan mudah terpancing dengan isu yang ada,” kata Laura lagi.

Selain itu, Ketua Bawaslu Nunukan juga harus dapat memastikan bahwa seluruh anggotanya tidak berat sebelah. Bekerjalah sesuai aturan dan jangan pernah terpengaruh pada isu.

Pesan tegas ini disampaikan oleh Bupati Nunukan saat menghadiri acara Pelantikan dan Bimbingan Teknis Pengawas Pemilihan Umum kecamatan, Se- Kabupaten Nunukan oleh (Bawaslu) Kabupaten Nunukan Tahun 2022, yang digelar di Aula Pertemuan Lt. III Hotel Laura, Ahad (30/10/22).

Kepada seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Bupati berharap benar–benar menjadikan netralitasnya sebagai perhatian utama pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu).

Mereka juga diharapkan mempelajari setiap regulasi dalam kepemiluan dengan baik, agar bawaslu mampu menyelesaikan setiap persoalan dan sengketa yang muncul dengan cermat.

Laura memastikan, Pemilu mendatang akan lebih kompleks dan rumit jika dibandingkan dengan pemilu–pemilu sebelumnya.

“Beban kerja para penyelenggara pemilu mulai dari PPS, PPK, KPU, termasuk Bawaslu dan jajarannya juga semakin berat,” kata Laura.

Disebutkan, Pemilu serentak untuk pertama kalinya di Indonesia, mulai dari pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang hanya lebih kurang 15 bulan ke depan pelaksanaannya.

Kendati pelaksanaan Pemilu mendatang lebih kompleks dan rumit, lanjut Laura, jika kita mengawalinya dengan niat yang ikhlas dan kerja yang sungguh-sungguh, maka tahapan demi tahapan pemilu akan bisa kita laksanakan dengan baik. (DEVY/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button