Umum

KNPI Kaltara Gelar Seminar Kewirausahaan dan Pemasaran Digital di PNN

NUNUKAN – Semangat membangun kemandirian ekonomi dari wilayah perbatasan mewarnai kegiatan Seminar Kewirausahaan dan Pelatihan Pemasaran Digital yang diselenggarakan oleh KNPI Kalimantan Utara, Kamis (24/9/2026), di kampus Politeknik Negeri Nunukan (PNN). Menjadi bukti nyata bahwa beranda terdepan Indonesia bukan lagi daerah pinggiran, melainkan titik lahirnya ide-ide kreatif dan wirausaha tangguh masa depan.

Kegiatan ini diikuti penuh antusias dari sekitar 80 peserta, yang merupakan mahasiswa dari Politeknik Negeri Nunukan (PNN) dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Khaldun Nunukan yang tampak bersemangat menyambut peluang baru untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja.

Wakil Ketua KNPI Kalimantan Utara, Muh. Nur Arisan, memastikan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan investasi nyata bagi masa depan pemuda dan kemajuan daerah di wilayah perbatasan.erupakan program kerja yang lahir dari kesadaran bahwa potensi besar dimiliki Nunukan dan Kalimantan Utara perlu didukung dengan kemampuan wirausaha dan pemanfaatan teknologi digital yang mumpuni.

Tujuan utama dari kegiatan ini, menurut Arisan, adalah untuk membangun jiwa wirausaha mandiri di kalangan pemuda dan mahasiswa, agar tidak hanya menanti kesempatan kerja, tetapi berani menciptakannya.

‘Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membuka wawasan ekonomi digital, sehingga produk unggulan daerah dapat dikenal, dipasarkan, dan bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan melintasi batas negara,” terangnya.

Lebih dari itu, masih seperti dikatakan Wakil Ketua KNPI Kaltara ini, seminar yang diselenggarakan juga menjadi wadah untuk menyatukan semangat kolaborasi antara pemuda, institusi pendidikan, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat di Kalimantan Utara. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan ekosistem usaha yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Sasaran jangka panjang yang ingin dicapai adalah melahirkan wirausaha muda yang tangguh dan berdaya saing, yang mampu mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, melalui pemanfaatan teknologi digital, diharapkan jangkauan pemasaran produk-produk Nunukan dan Kaltara dapat meluas tanpa dibatasi jarak dan lokasi.

Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Bustan, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, pejabat ini menegaskan bahwa pemuda adalah pelopor perubahan, dan kemandirian bangsa dimulai dari kemandirian ekonomi.

“Di era digital ini, peluang tidak hanya datang dari kesempatan kerja, tetapi dari kemampuan kita menciptakan peluang,” ujarnya.

Kewirausahaan , lanjut Bustan, bukan sekadar berdagang, juga kemampuan melihat peluang, berani mengambil risiko, dan memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Terlebih, kita berada di wilayah perbatasan. Kaltara, khususnya Nunukan, bukan lagi daerah pinggiran, melainkan beranda terdepan Indonesia. Dengan pemasaran digital, produk lokal kita bisa menembus pasar nasional maupun internasional tanpa harus berpindah tempat. Inilah kekuatan yang harus dimanfaatkan oleh generasi muda, khususnya mahasiswa PNN,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Nunukan, Arkas Viddy, P.Hd. memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KNPI Kalimantan Utara ini. Dia menyebut kegiatan yang dilangsungkan sebagai langkah luar biasa dan sangat berharga bagi dunia pendidikan di perbatasan.

“Bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan jembatan yang sangat dibutuhkan untuk menghubungkan ilmu yang dipelajari di ruang kelas dengan dunia nyata. PNN hadir untuk mencetak lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga kreatif, mandiri, dan berani berinovasi,” ungkap Arkas Viddy.

Sinergi dengan KNPI Kaltara, lanjutnya membuktikan bahwa pemuda dan institusi pendidikan berjalan beriringan membangun masa depan. Apresiasi diberikannya untuk perhatian KNPI yang melihat potensi besar di wilayah perbatasan negara ini. Dengan pemasaran digital, membuktikan bahwa lokasi bukan lagi batas: produk kreatif mahasiswa kita bisa menembus pasar nasional, bahkan internasional, langsung dari Nunukan.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Selain Direktur PNN Arkas Viddy, hadir pula Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Nunukan, Mardiana, serta pelaku UMKM sekaligus konten kreator Made Diah Ayuni Karang, S.S. Para peserta mendapatkan wawasan praktis mulai dari membangun mental wirausaha, strategi pengembangan usaha, hingga teknik pemasaran digital yang efektif.

Turut hadir dan memberikan dukungan atas terlaksananya kegiatan ini, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, Sura’i, S.Sos., semakin memperkuat harapan bahwa dukungan terhadap pemuda dan wirausaha di wilayah perbatasan benar-benar menjadi prioritas pembangunan daerah.

Menyampaikan harapannya, Sura’i menginginkan semangat kewirausahaan dan kemampuan pemasaran digital tidak berhenti di sini. Para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat, mulai berkarya, dan membuktikan bahwa dari perbatasan pun, kita bisa melahirkan wirausahawan kelas dunia. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button