Umum

Wisuda di PNN Diwarnai Aksi ‘Demonstrasi’ Mahasiswa

NUNUKAN — Acara Wisuda ke-IV Politeknik Negeri Nunukan (PNN) pada Selasa (13/10/2026). Di Gedung Laboratorium Terpadu diwarnai aksi demonstrasi mahasiswa. Sesaat setelah Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang menghadiri acara tersebut meninggalkan lokasi acara, terlihat aksi menarik yang dilakukan oleh lebih kurang 100 orang mahasiswa.

Mereka merupakan mahasiswa gabungan dari seluruh Program Studi turun ke halaman gedung sambil bersorak menyampaikan yel-yel dan bernyanyi sambil menabuh genderang, juga menampilkan atraksi unik. Beberapa dari mereka tampak bertelanjang dada dengan satu huruf tertulis di badan. Ketika berdiri berjejer, huruf-huruf tersebut tersusun menjadi kata TEKNIK SIPIL

Aksi ini tentu saja menyita perhatian para orang tua wisudawan, tamu undangan serta disaksikan sejumlah dosen dan staf kampus yang masih berada di lokasi.

Namun jangan salah, ini bukan aksi protes. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk dukungan tulus dan semangat dari para mahasiswa yunior ditujukan kepada para senior mereka yang hari itu resmi diwisuda.

R. Satrio, mahasiswa semester III dari Jurusan Teknik Alat Berat yang bertindak sebagai koordinator aksi, menjelaskan maksud di balik kegiatan tersebut.

“Aksi kami ini sebagai bentuk dukungan dan penyemangat terhadap para senior. yang sudah menyelesaikan pendidikan mereka di PNN. Kami ucapkan selamat menempuh dunia kerja nyata dan semoga sukses,” ungkapnya dengan semangat.

Lebih lanjut Satrio menyampaikan bahwa momen ini juga merupakan wujud rasa terima kasih. Selama masa perkuliahan, para mahasiswa yunior sering dibimbing dan dibantu oleh para senior, baik dalam hal akademik maupun kegiatan organisasi.

“Kami ingin menyampaikan bahwa kebersamaan dan kekeluargaan di antara kami tetap terjaga meski para senior telah lulus,” tambahnya.

Satrio juga menyampaikan harapannya agar PNN terus berkembang pesat. Semoga PNN semakin maju, berkembang, dan tersedia fasilitas yang semakin lengkap guna mendukung proses pendidikan mereka ke depan,

Senada dengan Satrio, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan, Muhammad Yahya, menjelaskan bahwa tradisi seperti ini sebenarnya sudah lazim dilakukan oleh mahasiswa Teknik Sipil di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Bagi mereka, ini adalah cara khas menunjukkan kebanggaan dan dukungan.

“Di sini kami juga diajarkan bagaimana membangun loyalitas terhadap kampus dan kekompakan di kalangan mahasiswa, walau berbeda jurusan,” tegas Muhammad Yahya.

Aksi gegap gempita dan penuh makna ini berlangsung dengan cerita dan kehangatan. Banyak para wisudawan yang tersenyum bangga sekaligus terharu melihat perhatian yang diberikan oleh adik-adik tingkat mereka. Momen ini menjadi penutup yang manis bagi perjalanan akademik di PNN. Sebuah kenangan yang tak hanya tentang kelulusan, tetapi juga tentang persaudaraan yang terjalin di tengah kehidupan kampus. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button