Umum

TBBR Kaltara: “Kami Hormati yang menghormati, Jangan ajarkan kami kesalahan,”

Gelar Apel Siaga, Warga Dayak Beri Kapolres Pernyataan Sikap

NUNUKAN – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti kawasan Alun-Alun Kota Nunukan, tepat di depan Tugu Dwikora, Kamis (6/8/2026). Ratusan warga masyarakat Dayak berkumpul dalam kegiatan bertajuk Apel Siaga, menuntut kejelasan dan penyelesaian tuntas kasus provokasi bernuansa SARA di media sosial yang sempat melukai perasaan mereka beberapa hari sebelumnya.

Aksi yang dikawal organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng TBBR) DPW Kaltara ini dihadiri lebih dari 100 peserta, mulai dari para tetua adat, pria, ibu rumah tangga, remaja, hingga anak-anak. Mereka tampil gagah dengan balutan pakaian adat berwarna merah khas, dilengkapi berbagai perhiasan dan atribut budaya. Sebagai bentuk penghormatan, kegiatan diawali dengan ritual adat demi keselamatan dan kelancaran seluruh prosesi.

Ketua TBBR DPW Kaltara, Muriono, menegaskan kegiatan ini lahir karena fakta di balik insiden belum terungkap seutuhnya.

“Kami menuntut kasus ini diusut tuntas secara profesional dan transparan. Kami mempercayakan sepenuhnya penanganannya kepada kepolisian,” tegas Muriono.

Dalam orasinya, ia menyampaikan sikap tegas masyarakat Dayak yang selama ini dikenal terbuka menyambut sesama:
“Kami akan sangat menghormati mereka yang menghormati kami. Kami pun menghargai orang lain yang bisa menghargai keberadaan kami. Namun, jangan pernah mencoba mengajarkan kami berbuat salah.”

Sikap tegas ini juga dituangkan dalam pernyataan sikap bersama:
– Mengecam keras segala bentuk ujaran kebencian, provokasi, dan ancaman bernuansa SARA
– Menyerukan seluruh warga tetap tenang dan menolak melakukan tindakan main hakim sendiri
– Menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada kepolisian, khususnya tim siber, agar berjalan objektif dan transparan

Janji Tegas Kapolres Nunukan

Hadir langsung di lokasi bersama jajarannya, Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni menyambut baik sikap masyarakat yang memilih jalur damai dan hukum.

Lahir di Tarakan dan kini mengemban amanah di Nunukan, Ruslaeni mengaku memiliki ikatan batin yang kuat dengan tanah Kalimantan Utara.

“Marilah kita jaga bersama keamanan daerah ini. Ini tempat kita hidup, mencari nafkah, dan mungkin menjadi tempat peristirahatan terakhir kita,” ujarnya menyentuh hati.

Ia juga memastikan pihak kepolisian tidak akan tinggal diam menghadapi ulah pihak tak bertanggung jawab di dunia maya.

“Kami akan memperkuat patroli siber dan menelusuri siapa sebenarnya yang bermain di balik layar masalah ini. Percayakan kepada kami untuk mengungkap dalang sesungguhnya,” janji Ruslaeni.

Di akhir kegiatan, pernyataan sikap resmi dari masyarakat adat Dayak diserahkan langsung oleh Muriono kepada Kapolres Nunukan sebagai bahan acuan dan komitmen bersama. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button