TANJUNG SELOR ā Semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga dan dikembangkan sesuai tantangan zaman, namun tak boleh melepaskan jati diri bangsa. Pesan kuat ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Lapangan Agatis, Rabu (20/5), sembari membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid.
Momentum ini mengingatkan kembali sejarah lahirnya Boedi Oetomo pada 1908, tonggak awal kesadaran berbangsa yang mengubah pola perjuangan: dari perlawanan fisik beralih ke perjuangan pemikiran, intelektual, dan diplomasi demi kedaulatan yang bermartabat.
āSemangat 1908 adalah bukti bahwa perjuangan tak melulu soal kekuatan fisik, tapi bagaimana kita membangun kesadaran dan kecerdasan demi bangsa,ā ujar Denny.
Mengusung tema āJaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negaraā, peringatan tahun ini menempatkan generasi muda sebagai prioritas utama. Denny menegaskan, pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto telah merancang langkah strategis membangun ekosistem kesejahteraan utuh, mulai dari program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga penguatan layanan kesehatan dan kedaulatan pangan.
Tak hanya itu, penggerak ekonomi akar rumput pun digalakkan lewat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai tulang punggung baru kemajuan ekonomi di tingkat desa.
Di akhir amanat, Denny mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Harkitnas sebagai titik tolak mempererat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan setiap pembangunan yang dilakukan benar-benar membawa kemajuan bersama.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Telabang Bangsa Tanjung Selor, yang dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kaltara, sebagai wujud penghormatan dan keteladanan terhadap jasa para pahlawan bangsa.




