NUNUKAN – Aksi balap liar atau trek-trekan, bagaikan sebuah musim yang muncul selama bulan Ramadhan memang terjadi di berbagai daerah di negeri ini. Tidak terkecuali di Kabupaten Nunukan sendiri. Hal yang umumnya dilakukan oleh kalangan remaja tersebut biasanya berlangsung usai pelaksanaan sholat tarawih atau setelah pelaksanaan sholat subuh.
Menyikapi aktifitas yang dapat membahayakan diri, tidak hanya pelaku tapi juga orang lain tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nunukan melakukan patroli dan pengawasan rutin pada titik-titik ruas jalan yang kerap dijadikan arena balap liar para remaja itu.
Mendasari kegiatan patroli dan pengawasan di lapangan, Kepala Satlantas Polres Nunukan, Dhea Gustriwidya memastikannya sebagai tindak lanjut dari Surat Perintah Kapolres Nunukan Nomor : Sprin/225/II/PAM.3.3/2026 Tentang kegiatan balapan liar selama bulan ramadhan.
Menurut Dhea aksi balap liar yang dilakukan kalangan remaja inu memang cukup memprihatinkan. Selain dapat mengganggu ketertiban umum juga dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Bahkan kerap aksi balap liar yang dilakukan dimulai pada waktu sahur hingga memasuki pelaksanaan sholat subuh yang membuat para jamaah sholat subuh terganggu kekhusukkan beribadahnya,” terang Dhea.
Tidak hanya aksi balapan liar, masih seperti dikatakan Kasatlantas yang terhitung baru menjalankan tugas di Nunukan ini, pengawasan dan penertiban mereka lakukan juga terhadap kendaraan bermotor pengguna knalpot brong.
Terbukti pada hari pertama bulan Ramadhan, (1 Ramadhan 1447 H) bertepatan dengan Kamis 19 Pebruari 2026 lalu anggota Satlantas Polres Nunukan sempat mengamankan beberapa remaja pelaku aksi balap liar dan menjaring pemilik sepeda motor yang memodifikasi knalpot tanpa glasswool (peredam)
Sejauh ini, menurut Dhea, para remaja pelaku yang berhasil terjaring diberikan tindakan pembinaan. Setelah Diidetifikasi, para pelaku diminta menghubungi orang tua masing-masing agar menjemput mereka di Pos Satlantas tempat mereka diamankan sementara.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. Khususnya pada malam hingga menjelang sahur. Peran keluarga sangat penting dalam mencegah keterlibatan remaja dalam kegiatan negatif seperti balap liar,” kata Dhea.
Mendampingi Kasatlantas, salah seorang anggota Satlantas Polresta Nunukan yang ikut dalam kegiatan patroli dan pengawasan di lapangan, Briptu Aldy Gunawan, menjelaskan bentuk pembinaan yang diterapkan kepada remaja yang terjaring, selain orang tua yang diminta darang untuk menjemput anak mereka juga sanksi pelaku mendorong kendaraannya dari lokasi tempat perkara ditemukan hingga ke Pos Satlantas.
“Kita harapkan tindakan pembinaan yang diberikan dapat memberi efek jera terhadap remaja agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Terhadap remaja yang terbukti melakukan aksi balap liar, mereka dipulangkan setelah dijemput orang tuanya tapi kendaraannya diamankan hingga berakhir Hari Raya Idul Fitri,” terang Aldy Gunawan.
Menyebutkan beberapa ruas jalan di Nunukan yang kerap dijadikan sebagai arena balap liar oleh para remaja diantaranya Jalan Lingkar, Jl. TVRI serta kawasan Jalan Baru. Karenanya masyarakat pengguna ruas-ruas jalan seperti yang disebutkan itu juga diminta tetap waspada agar terhindar dari dampak aksi berbahaya tersebut.(ADHE/DIKSIPRO)



