Umum

Ribuan Warga dari Lintas Daerah & Negara Padati Festival Dayak Kenyah

Wabup Kilat: Jangan Lupakan Jati Diri di Tengah Kemajuan

TANJUNG SELOR – Lapangan Sepak Bola Desa Teras Baru, Kabupaten Bulungan, berubah menjadi panggung persaudaraan besar! Ribuan masyarakat adat dari berbagai penjuru Kalimantan bahkan lintas negara berkumpul meriahkan Festival Budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan 2026, yang berlangsung megah selama enam hari (29 Juni – 4 Juli 2026).

Kehadiran peserta tak hanya dari warga lokal Bulungan, melainkan juga datang dari Kutai Timur, Berau, Malinau, hingga saudara serumpun dari Sarawak, Malaysia. Selama sepekan penuh, acara ini menghadirkan rangkaian kegiatan lengkap: dari pertandingan olahraga, pertunjukan seni memukau, kegiatan kerohanian, hingga Musyawarah Besar antar tokoh adat.

Pembukaan resmi pada Selasa (30/6) turut dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang dan Wakil Bupati Bulungan Kilat. Dalam sambutannya, Wabup Kilat menegaskan festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum krusial bagi seluruh Kaltara.

“Ini wadah mempererat persaudaraan, memperkuat lembaga adat, dan menjaga warisan luhur leluhur,” ujar Kilat di hadapan ribuan peserta.

Di era globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat, ia mengingatkan: menjaga identitas budaya adalah tanggung jawab bersama. Khusus bagi generasi muda, Kilat berpesan dengan tegas:

“Kuasailah ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya, tapi jangan pernah tinggalkan jati diri—bahasa, adat istiadat, seni, dan nilai luhur nenek moyang kita.”

Pemerintah Kabupaten Bulungan pun berkomitmen penuh mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan lembaga adat, dan pengembangan seni tradisional. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi pembangunan karakter masyarakat serta penguatan pariwisata budaya di Bulungan.

Di akhir, Kilat berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar, dan momentum ini memperkuat sinergi erat antara pemerintah dan masyarakat adat untuk membangun Bulungan—serta Kaltara—yang maju, harmonis, dan tetap berakar pada budaya.

Komentar

Related Articles

Back to top button