Umum

Regenerasi Petani Dimulai dari Long Buang

Pemuda Jadi Pelaku Utama Pertanian Modern Bulungan

LONG BUANG – Desa Long Buang, Kecamatan Peso, kini menjadi saksi langkah bersejarah transformasi pertanian Kabupaten Bulungan. Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Bupati Kilat, A.Md., Rektor Universitas Kaltara Dr. Didi Adriansyah, S.TP., serta Guru Besar Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc., meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Lapangan Agrokompleks — proyek percontohan pertama di daerah ini yang memposisikan generasi muda sebagai ujung tombak kebangkitan sektor pertanian.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Integrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan, yang dirancang untuk mewujudkan sistem pertanian terpadu, produktif, bernilai ekonomi tinggi, dan berkelanjutan. Sebanyak 30 pemuda dari 10 desa di Lanskap Kayan terpilih menjadi peserta, masing-masing desa mengutus tiga orang terbaik untuk dibekali ilmu langsung dari para ahli pertanian, didukung juga oleh mahasiswa Universitas Kaltara.

Bupati Syarwani menegaskan, kemajuan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan lahan dan bibit. Yang paling mendesain adalah perubahan pola pikir dan regenerasi petani.

“Pertanian harus dikelola secara profesional. Orientasinya bukan hanya bagaimana memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga bagaimana hasil pertanian memiliki nilai jual tinggi, menghasilkan keuntungan finansial dan mampu meningkatkan kesejahteraan.” — Bupati Syarwani

Ia mengapresiasi YKAN selaku perancang kurikulum, serta PT Gawi Plantation, para kepala desa, tokoh adat, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya program ini. Langkah ini sejalan dengan visi “Bulungan Bisa” — Berdaulat, Inklusif, Sinergi, dan Adaptif — yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bulungan.

Bupati juga menyentuh aspek teknis pengelolaan lahan. Mengingat kondisi tanah di wilayah ini memiliki lapisan unsur hara yang relatif tipis, pola ladang berpindah yang membutuhkan waktu pemulihan bertahun-tahun sudah tidak lagi efisien.

Solusinya: diversifikasi tanaman berjenjang yang memberikan pendapatan berkelanjutan:

  • Jangka pendek: cabai (panen 60 hari) dan jagung (panen 90 hari)
  • Jangka panjang: diselingi tanaman keras seperti rambutan, kopi, dan cokelat

“Dengan pola ini, petani memiliki aliran pendapatan yang terus mengalir — dari panen mingguan, bulanan, hingga investasi jangka panjang yang menjanjikan.”

Inti dari program ini adalah regenerasi. Pembangunan pertanian dan perkebunan tidak boleh terus bertumpu pada generasi tua. Pemuda desa harus diberi ruang dan kepercayaan untuk mengelola potensi pertanian dengan kapasitas, pemikiran modern, dan orientasi bisnis yang adaptif.

Melalui Sekolah Lapangan Agrokompleks di Long Buang, benih-benih pertanian masa depan sedang ditanam. Bukan hanya tanaman di ladang, tetapi lebih dari itu — menanamkan kepercayaan bahwa pertanian adalah profesi yang bermartabat, menguntungkan, dan menjadi fondasi ketahanan pangan daerah maupun nasional.(bin)

Komentar

Related Articles

Back to top button