Pemkab Bulungan Genjot Produksi Air Minum Lokal “Kayanku” Hingga 2.000 Botol/Jam

BULUNGAN ā Antusiasme masyarakat terhadap produk air minum dalam kemasan asli daerah, Kayanku, terus melonjak tajam. Menjawab tingginya permintaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan bergerak cepat merancang langkah strategis untuk melipatgandakan kapasitas produksi.
Komitmen nyata ini ditunjukkan Sekretaris Daerah Bulungan, H. Risdianto, yang didampingi Direktur Perumda Air Minum Danum Benuanta Eldiansyah dan Direktur PT Bulungan Persada Mandiri Heru Rahmadi, meninjau langsung sumber air baku hingga fasilitas pabrik, Jumat (24 Juli 2026).
“Diskusi kami bersama distributor dan pengelola menunjukkan permintaan pasar sangat tinggi. Maka kami segera susun strategi agar kapasitas produksi bertambah dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Risdianto.
Saat ini rata-rata produksi mencapai 1.200 botol per jam. Ke depannya, angka ini ditargetkan naik menjadi 2.000 botol per jam, padahal sebenarnya mesin mampu beroperasi hingga 2.400 botol/jam dan berjalan 24 jam penuhāyang saat ini baru dimanfaatkan sekitar lima jam sehari.
Kepopuleran Kayanku tak lepas dari kualitasnya yang dinilai mampu bersaing dengan merek-merek besar nasional. Keunggulan lain terletak pada rantai pasok yang lebih pendek karena diproduksi langsung di wilayah Bulungan.
Kualitas Setara Produk Nasinal
“Diproduksi sendiri berarti distribusi lebih cepat dan kualitas air tetap terjaga saat sampai ke tangan konsumen. Belum lagi harganya yang lebih terjangkau,” jelas Risdianto.
Produk ini pun diharapkan menjadi kebanggaan sekaligus penggerak ekonomi lokal. “Semakin maju Kayanku, semakin besar pula dampak positifnya bagi perekonomian masyarakat Bulungan,” tambahnya.
Untuk mewujudkan peningkatan tersebut, pemerintah daerah memastikan ketersediaan air baku aman dan menyiapkan penambahan tenaga kerja. Nantinya operasional tidak lagi hanya mengandalkan satu shift kerja.
Selain sisi produksi, kelestarian lingkungan juga menjadi perhatian utama. Risdianto mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan Sungai Kayan sebagai sumber kehidupan sekaligus sumber air baku utama.
“Sungai Kayan harus kita pelihara bersama. Pengelolaan limbah produksi pun harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak merusak lingkungan,” pesannya.



