Non Muslim LPADKT Nunukan Ikut Semarakkan Pawai Takbiran
NUNUKAN – Jika sesuai seperti dijadwalkan, malam ini, Jum’at (19/3/2026) Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan LPADKT Cabang Nunukan, juga akan ikut menyemarakkan Pawai Takbiraan menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini.
Ikut dalam iring-iringan massa yang mengumandangkan gema takbir memasuki tanggal 1 Syawal sekaligus tanda tuntasnya pelaksanaan ibadah puasa sebulan penuh umat muslim tersebut kembali menambah torehan sejarah baru bagi LPADKT Cabang Nunukan. Untuk pertama kalinya, mengikuti kegiatan Pawai Takbiran di daerah ini.
Dengan demikian, organisasi yang sebagian anggotanya merupakan masyarakat non muslim dengan jumlah yang cukup besar ini telah tiga kali tercatat berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan masyarakat dari kalangan umat muslim di bulan ramadhan.
Selain Pawai Takbiran ini, dua kegiatan dilakukan sebelumnya, diawali dengan aksi berbagi 1000 paket bingkisan takjil untuk berbuka puasa pada masyarakat, Jum’at (13/3/2026) lalu. Berikutnya, menjadi peserta Lomba Beduk Sahur Gebyar Ramadhan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan pada Sabtu malam (14/3/2026) lalu.

Ikut serta LPADKT Cabang Nunukan pada tiga aktifitas umum di kalangan umat muslim tersebut menjadi hal yang cukup menarik dan layak diapresiasi karena dilibati tidak semata-mata oleh anggota organisasi yang beragama muslim namun peran langsung disertai antusias dari rekan-rekan mereka yang non muslim. Tidak terbatas pada partisipasi tenaga dan pikiran, ikut menggalang dana bahkan sebagai donatur demi suksesnya setiap kegiatan yang diikuti..
Kebersamaan dan toleransi yang terbangun dalam organisasi ini setidaknya menjadi bukti dari komitmen organisasi dalam mewujudkan keharmonisan antar umat beragama, hidup rukun berdampingan antara masyarakat pemeluk satu agama dengan umat pemeluk agama berbeda.
Citra positif yang terbangun di tubuh LPADKT Cabang Nunukan ini disebut-sebut tidak terlepas dari kekuatan figur pimpinan dalam hal pembinaan terhadap anggotanya.
Ryan Antoni selaku Ketua LPADKT Cabang Nunukan, dinilai cukup berhasil menanamkan makna ketegasan bertoleransi di lingkungan organisasi yang dipimpinnya. Toleransi yang bukan saja mengarah pada kehidupan beragama, tapi juga toleransi berbudaya, toleransi kehidupan social, toleransi suku berbeda dan lain sebagainya.
Sebelum lebih jauh menjelaskan kegiatan organisasi yang dikaitkan dengan aktifitas umat muslim di bulan Ramadhan kali ini, Ryan Antoni merasa perlu terlebih dahulu menjelaskan, sejatinya landasan pergerakan organisasi mereka adalah upaya menjaga nilai-nilai adat istiadat.
“Sesuai tujuh unsur universal kebudayaan universal, adat istiadat itu bukan bagian dari religi. keduanya adalah komponen yang. terpisah,” kara Ryan
Karena bertepatan momentum bulan suci Ramadhan, lanjut Ryan, tentunya aktifitas kegiatan yang akan dilibati LPADKT Nunukan tentunya menyesuaikan dengan situasi dan kondisinya kekiniannya.
“Berpartisipasi dalam kegiatan rekan-rekan muslim yang syarat dengan nilai-nilai religius, bagi kami yang non muslim ini, justru menjadi semacam kehormatan. Karena dapat memberikan kerjasama yang baik,” ujar penganut agama Protestan yang mengaku sangat percaya bahwa segala kebaikan yang dilakukan sesorang untuk orang lain, niscaya berbuah kebaikan untuk dirinya juga. (ADHE/DIKSIPRO)



