Umum

Mahasiswa PNN Ikuti Pencerahan Perang Melawan Narkotika

Sosialisasi P4GN dan Prekursor Narkotika oleh Granat Nunukan

NUNUKAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Nunukan kembali menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika di Aula Gedung Politeknik Negeri Nunukan (PNN), Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 70 mahasiswa dari seluruh jurusan di lingkungan Politeknik Negeri Nunukan (PNN)


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan PNN, Andi Syarifuddin, SE., M.Si.

Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen kampus untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.


“Sebagai unsur pimpinan di PNN, saya tegaskan bahwa kampus ini adalah ruang yang bersih, sehat, dan bebas dari narkotika serta segala penyalahgunaan zat berbahaya,” tegasnya.


Menurut Andi Syarifuddin, mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa sekaligus harapan keluarga yang harus menjaga masa depan mereka dari ancaman narkotika.


“Masa depan yang cerah ada di tangan kalian, dan jangan sampai hancur hanya karena salah langkah dan tergoda hal yang sesaat,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua DPC Granat Kabupaten Nunukan, Hj. Nuraida, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi di kampus PNN ini merupakan kali ketiga dilaksanakan oleh organisasi yang dipimpinnya tersebut.


Ia mengingatkan mahasiswa agar waspada terhadap ancaman narkotika yang mengintai kalangan usia muda.


“Kalian berada di usia emas, usia di mana semangat sedang membara dan mimpi-mimpi besar sedang dibangun. Namun ingat, di balik kemudahan akses dan pergaulan, ada jebakan mematikan yang menunggu—narkotika,” ujarnya.


Nuraida yang juga Kepala Unit Pembantu Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi di PNN menjelaskan, narkotika memiliki dampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, fungsi kognitif otak, hingga kualitas kehidupan sosial penggunanya.


Dalam kegiatan tersebut, Granat menghadirkan dua aktivisnya sebagai narasumber, Asa Zumara dan Rusdi Mursalim.


Kesempatan pertama diberikan kepada Asa Zumara, mengenai pemanfaatan efektif media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye anti narkotika.


“Media sosial merupakan sarana penyebarluasan informasi edukatif dan meluruskan kesalahpahaman. Mahasiswa bisa berperan sebagai penyaring dan penyebar informasi yang benar terkait narkotika,” katanya.


Asa yang dikenal sebagai ASN pada Diskominfo Kabupaten Nunukan dan seorang konten kreator ini mendorong mahasiswa memanfaatkan kreativitas digital untuk melawan penyalahgunaan narkotika secara luas dan efektif.


Aktivis Granat lainnya, Rusdi Mursalim yang dikenal sebagai salah seorang penyiar andal di Radio Republik Indonesia (RRI) Nunukan memaparkan kondisi peredaran narkotika di wilayah perbatasan Nunukan yang dinilai semakin memprihatinkan.


“Kasus penyalahgunaan narkotika di Nunukan semakin mengkhawatirkan. BNNK Nunukan belum lama ini menemukan pelajar yang positif zat THC dan Benzo,” ungkap Rusdi melalui materinya.


Melalui kegiatan tersebut, pihak penyelenggara berharap mahasiswa memiliki pemahaman lebih kuat mengenai bahaya narkotika sekaligus menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button