Umum

Kelola Mesin Pengolahan Rumput Laut, PNN Terapkan Pola Mitra Factory

NUNUKAN – Agar dapat berjalan lebih profesional, produktif, dan berdaya saing tinggi, pengoperasian dan pengelolaan perangkat mesin pengolahan rumput laut yang dimiliki Politeknik Negeri Nunukan (PNN) saat ini akan diserahkan pada pihak ketiga. Begitu ditegaskan oleh Direktur PNN, Arkas Viddy.
‎
‎Menambahkan penegasan Arkas Viddy, Ketua Jurusan Teknologi Hasil Perikanan pada PNN, Basran menyebutkan, pola mitra factory dimaksud dilakukan melalui skema kerja sama sistem bagi hasil.
‎
‎Kebijakan ini diambil menurut guna memastikan peralatan akan berfungsi optimal, berjalan berkelanjutan, serta memberikan manfaat maksimal bagi berbagai pihak. Baik yang terlibat langsung maupun tidak.
‎
‎”Melalui pola kemitraan tersebut, akan tercipta simbiosis mutualisme yang menguntungkan bagi banyak pihak,” ujarnya.
‎
‎Bagi PNN, manfaat pola kemitraan semacam itu akan memberikan pendapatan berkelanjutan. Aliran keuntungan rutin dari hasil kesepakatan bagi hasil tanpa harus menanggung risiko operasional, biaya perawatan harian, maupun biaya tenaga kerja, sehingga fokus utama institusi tetap pada dunia pendidikan.
‎​
‎Menjadi fasilitas pendidikan nyata karena memiliki akses langsung terhadap fasilitas industri sesungguhnya yang dapat dijadikan laboratorium terpadu, tempat praktik kerja lapangan, serta sarana penelitian dan pengembangan teknologi bagi dosen maupun mahasiswa. Hal yang menjadi jaminan terhadap lulusan PNN siap kerja dan terampil sesuai kebutuhan industri.
‎​
‎”Manfaat lainnya, PNN semakin berperan aktif dalam mendorong perekonomian daerah dan menjaga agar aset negara yang dihibahkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tidak terbengkalai,” terangnya lagi.
‎
‎Sedangkan bagi pihak mitra, masih seperti diungkapkan oleh Ketua Jurusan Teknologi Hasil Perikanan pada PNN ini, berupa efisiensi modal karena mendapatkan hak penggunaan peralatan industri lengkap dan berstandar, tanpa mengeluarkan modal investasi yang nilainya mencapai Rp 1 miliar lebih untuk pembelian peralat itu. Sehingga modal usaha dapat dialihkan untuk kebutuhan bahan baku dan pemasaran.
‎​
‎Pihak mitra juga memperoleh dukungan teknis dan ilmu pengetahuan melalui dukungan riset, inovasi produk serta tenaga ahli dari PNN untuk terus meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi.
‎
‎Tidak hanya PNN dan pihak mitra, Pemerintah Daerah dan masyarakat, dipastikan juga memperoleh manfaat sangat besar dari pola kemitraan yang dibangun.
‎
Rinciannya, akan terjadi kenaikan nilai jual produk Rumput laut. Jika sebelumnya hanya dijual dalam bentuk mentah, kini diolah menjadi produk turunan (SRC) yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.
‎​
‎Adanya industri mesin pengolahan tersebut juga menjamin petani rumput laut memiliki tempat pemasaran yang jelas dan berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
‎​
‎”Kegiatan operasional pabrik nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari tahap pengolahan, pengepakan, hingga distribusi barang,” tegas Basran.
‎
‎Pihak PNN sendiri berharap, kerja sama tersebut menjadi model kemitraan yang sukses antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
‎
‎Ke depannya, keberadaan fasilitas pengolahan SRC ini tidak hanya menjadi aset institusi, tetapi menjadi tulang punggung baru ekonomi masyarakat Nunukan yang berbasis pada potensi kekayaan laut yang melimpah. (ADHE/DIKSIPRO)
‎

Komentar

Related Articles

Back to top button