Umum

Jarak Bukan Penghalang Perjalanan Menimba Ilmu di Griya Solopos

Jarak sejauh apa pun bukan penghalang ketika tekad untuk menimba ilmu sudah bulat. Dari Merauke di ujung timur, Pulau Dewata Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jambi hingga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara, sejumlah wartawan datang ke Kota Solo, Jawa Tengah untuk satu tujuan, mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan oleh Solopos Media Group

‎Bagi sebagian peserta, perjalanan menuju Solo jauh dari kata biasa. Ada yang menempuh ribuan kilometer, meninggalkan daerah asal dan rutinitas jurnalistik sehari-hari, semata-mata untuk menguji sekaligus meningkatkan kompetensi sebagai praktisi jurnalistik.

‎Saya pun salah satunya. Berangkat dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, membulatkan tekad mengikuti proses penilaian tersebut. Bukan sekadar ujian kemampuan, melainkan pengujian standar profesi jurnalis, mengukur pemahaman, mengasah keterampilan, dan menegaskan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.

‎Bagi saya, UKW bukan sekadar soal mendapatkan selembar sertifikat. Di sana, saya bertemu orang-orang baru yang tak lama kemudian terasa seperti saudara seperjuangan. Dua hari, Sabtu hingga Ahad (29–30 Agustus 2026) di Griya Solopos ternyata bukan semata-mata tentang ujian. Ada ilmu yang dibawa pulang, pengalaman yang bertambah, dan persaudaraan yang terjalin tulus.

‎Bagi kami yang kemudian dinyatakan berkompeten, sertifikat mungkin menjadi bukti telah melewati satu babak. Namun ketika pintu Griya Solopos ditutup dan kami kembali ke daerah masing-masing, justru di situlah tantangan jurnalistik yang sesungguhnya terbuka.

‎Di tengah hiruk-pikuk persoalan masyarakat dan tuntutan publik akan informasi yang benar, kompetensi itu akan diuji kembali setiap hari, melalui setiap berita yang ditulis dan setiap fakta yang dipertanggungjawabkan.

‎UKW bukan sekadar menguji kemampuan menjawab soal atau menyelesaikan tugas. Lebih dari itu, ruang itu menjadi cermin, seberapa dalam seorang wartawan memahami profesinya. Predikat kompeten dan sertifikat UKW tidak menjadikan kami lebih tinggi dari rekan-rekan yang belum mengantonginya. Sertifikat bukan alasan untuk berhenti belajar, apalagi menjadi ukuran boleh atau tidaknya seseorang menjalankan profesi ini.

‎Bagi jurnalis pemula, teruslah mengasah kemampuan hingga meraih predikat Wartawan Muda, lalu naik ke jenjang Madya, hingga melangkah ke puncak jenjang Utama. Dan bagi yang sudah mencapai jenjang Utama pun, tak boleh berhenti mengeksplorasi diri.

‎Sebab ujian sesungguhnya bagi seorang wartawan tidak berakhir di ruang UKW. Ujian yang sebenarnya justru dimulai saat kembali ke lapangan, saat mencari fakta, melakukan verifikasi, menghadapi narasumber, menulis berita, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang disampaikan kepada publik.

ADHARSYAH

Pemimpim Redaksi DIKSIPRO.com

Komentar

Related Articles

Back to top button