Jadi Tempat Tinggal Tuna Wisma hingga Ditemukan Kotoran Manusia
Kondisi Alun-Alun Kota Nunukan Kian Memprihatinkan

NUNUKAN – Alun-Alun Kota Nunukan kini menuai sorotan warga akibat kondisi yang dinilai semakin kumuh dan tidak terawat.
Selain fasilitas umum yang mulai rusak dan kotor, sejumlah kursi dan pondok di kawasan tersebut telah berubah fungsi menjadi tempat tinggal tuna wisma dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Yang terbaru, warga dan pelaku usaha di kawasan alun-alun dikejutkan dengan ditemukannya tumpukan kotoran manusia di arena tugu yang berada tepat di tengah kawasan ikon kota tersebut.
Salah seorang pelaku usaha di lokasi, Edy Sukardi mengaku pertama kali melihat tumpukan kotoran manusia itu pada Sabtu (9/5/2026).
“Kami merasa heran, kok tiba-tiba ada tumpukan kotoran manusia di situ,” ujar Edy.
Bersama sejumlah pelaku usaha lainnya, mereka terpaksa menutupi kotoran tersebut menggunakan pasir agar tidak mengganggu pengunjung yang datang ke kawasan alun-alun.
Kondisi memprihatinkan itu juga sempat diadukan warga kepada anggota DPRD Nunukan, yakni Andi Fajrul Syam dan Andi Ramsah saat melakukan peninjauan langsung bersama Ketua Pengurus Pasar Tani, Abdul Kadir pasca pembatalan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya direncanakan Pemerintah Daerah.
Namun persoalan tersebut rupanya belum berakhir. Pada Ahad (10/5/2026), pelaku usaha lainnya, Irdat Permata kembali menemukan tumpukan kotoran manusia di sudut lain yang masih berada di area Tugu Alun-Alun.
Baik Edy maupun Irdat mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pelaku yang membuang kotoran manusia di kawasan tersebut. Meski demikian, mereka menduga perbuatan itu dilakukan oleh tuna wisma atau ODGJ yang selama ini menjadikan taman alun-alun sebagai tempat singgah bahkan tempat tinggal.
“Rasanya tidak mungkin itu dilakukan oleh orang waras. Hal ini harus segera disikapi oleh Pemerintah Daerah melalui instansi terkait,” kata Irdat.
Keberadaan tuna wisma dan ODGJ di kawasan alun-alun sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga. Selain dianggap mengganggu kenyamanan pengunjung, warga juga sering melihat aktivitas yang dinilai tidak pantas dilakukan di ruang publik, termasuk menjemur pakaian usai dicuci menggunakan air kolam di area tugu alun-alun.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah serius untuk menata kembali kawasan alun-alun agar fungsi ruang publik sebagai tempat rekreasi, olahraga dan pusat aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik. (ADHE/DIKSIPRO)



