Umum

Dosen PNN Dilibatkan Jadi Mitra Peneliti Utama FKDM

Bahas Potensi Ancaman di Perbatasan Nunukan

NUNUKAN — Wilayah perbatasan bukan sekadar garis batas negara, melainkan ruang kehidupan yang dinamis dan kompleks. Menyadari hal tersebut, Forum Komunikasi Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Nunukan pada tahun 2026 melaksanakan terobosan, melakukan riset mendalam terhadap potensi ancaman gangguan yang mungkin terjadi di Kabupaten Nunukan, khususnya dalam menyikapi posisi daerah yang berada tepat di wilayah perbatasan dengan negara Malaysia. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan FKDM dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di wilayah perbatasan.

‎Yang menjadikan program ini istimewa adalah pendekatan ilmiah dan kolaboratif yang diterapkan. FKDM menggandeng tenaga pengajar dari Politeknik Negeri Nunukan (PNN) sebagai tim peneliti utama, Novia, S.IP. M.Si.

‎Menurut dosen Jurusan Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan di PNN ini, langkah tersebut sekaligus menegaskan peran strategis PNN bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, melainkan mitra andal dalam penyusunan data dan analisis kebijakan daerah.

‎Disebutkannya, penelitian yang dilakukan berfokus pada analisis mendalam terhadap kasus-kasus yang pernah terjadi di wilayah perbatasan kedua negara, khususnya di Pulau Sebatik (Indonesia) dan Kota Tawau (Malaysia). Dengan mempelajari pola-pola kejadian di masa lalu. Tim peneliti berharap dapat memetakan risiko, mengidentifikasi titik rawan, dan merumuskan rekomendasi strategis untuk mencegah serta mengantisipasi potensi gangguan di masa mendatang.

‎Ketua FKDM Kabupaten Nunukan, H. Rakhmat Gustin Affandi, S.Sos., M.M., memastikan bahwa materi program kerja yang dilakukan ini sangat bergengsi dari sisi kualitas dan merupakan yang pertama kali sepanjang sejarah terbentuknya FKDM di Kabupaten Nunukan. Hal ini menunjukkan peningkatan kualitas kerja forum yang semakin profesional, berbasis data, dan tidak sekadar bersifat seremonial semata.

‎Selaku koordinator, Novianti, menjelaskan bahwa hasil penelitian yang diperoleh guna mendukung analisa data yang dibutuhkan FKDM Kabupaten Nunukan. Merujuk pada analisis dokumen dan statistik dengan studi kasus kualitatif yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Metode ini dipilih agar temuan yang dihasilkan tidak hanya bersifat dugaan semata, melainkan berdasar fakta di lapangan yang akurat dan mendalam.

‎”Kawasan perbatasan Sebatik-Tawau memperlihatkan paradoks integrasi hubungan sosial-ekonomi masyarakat berlangsung sangat intensif, namun di sisi lain, institusional pariwisata lintas batas dan fasilitas perlintasan legal belum berkembang sebanding dengan kebutuhan kawasan,” ungkap Novianti.

‎Kondisi ini memberi dampak signifikan, di mana pertumbuhan interaksi masyarakat yang pesat tidak diimbangi dengan regulasi dan infrastruktur yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan, ketertiban sosial, hingga celah keamanan yang perlu segera diantisipasi.

‎Lebih jauh, lanjutnya, ketidakseimbangan ini juga berpotensi memunculkan kesenjangan pelayanan publik, perbedaan standar keamanan, serta tantangan dalam pengelolaan sumber daya bersama yang jika tidak dikelola dengan baik dapat memicu ketegangan antar warga maupun antarnegara. Oleh karena itu, riset ini menjadi sangat krusial untuk memberikan dasar pemikiran yang kuat bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan langkah strategis.

‎Direktur Politeknik Negeri Nunukan (PNN), Arkas Viddy, mengapresiasi langkah FKDM dalam pelaksanaan program kerja yang mengarah pada penguatan basis data dan kajian ilmiah sebagai landasan penyusunan kebijakan di wilayah perbatasan.

Melibatkan lembaga pendidikan tinggi seperti PNN dalam penyusunan riset strategis, kata Arkas adalah bentuk pengakuan sekaligus tanggung jawab besar bagi kampus untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas daerah dari sisi sosial maupun keamanan.

‎”Ini adalah bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dengan lembaga kemasyarakatan, di mana ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi solusi konkret bagi persoalan daerah,” ujar Arkas Viddy.

‎PNN pun siap terus memperkuat kapasitasnya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam berbagai kajian yang berkaitan dengan potensi, tantangan, dan peluang di wilayah perbatasan.

‎”Sebuah langkah maju yang cukup besar dilakukan FKDM Kabupaten dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai mitra pemerintah dalam hal pemantauan situasi sosial, penguatan kerukunan antar warga, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Komentar

Related Articles

Back to top button