Dosen dan Teknisi TAB PNN Asah Keahlian di PT ATMI Bizdec Surakarta

SURAKARTA – Politeknik Negeri Nunukan (PNN) terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasinya. Sebanyak lima dosen dan satu teknisi laboratorium dari Program Studi D3 Teknik Alat Berat (TAB) PNN baru saja menyelesaikan pelatihan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) yang diselenggarakan oleh PT ATMI Bizdec Surakarta. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, sejak 13 hingga 17 Juli 2026, di fasilitas pelatihan PT ATMI Bizdec, Surakarta, Jawa Tengah.
Pelatihan SMAW dipilih secara khusus sebagai bentuk penguatan kompetensi teknis di bidang pengelasan. Keterampilan yang menjadi salah satu fondasi paling fundamental dalam dunia industri alat berat. Pengelasan busur manual ini sangat krusial karena banyak digunakan dalam proses fabrikasi, perbaikan, dan perawatan komponen mesin serta struktur alat berat di lapangan. Menguasainya dengan standar industri berarti menjamin keamanan dan keandalan hasil kerja.
Melalui program ini, dosen dan teknisi laboratorium Prodi D3 Teknik Alat Berat PNN dibekali keterampilan pengelasan busur listrik secara langsung dan terstruktur. Seluruh sesi dilaksanakan di bawah bimbingan instruktur berpengalaman dari PT ATMI Bizdec, lembaga pelatihan teknik industri yang telah dikenal secara nasional karena kualitas kurikulum dan fasilitasnya yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Selama lima hari pelatihan yang padat dan intensif, peserta mengikuti rangkaian sesi teori maupun praktik pengelasan SMAW secara menyeluruh. Materi yang dipelajari mencakup pengenalan berbagai jenis peralatan las, teknik pengelasan pada berbagai posisi dan jenis sambungan, standar keselamatan kerja yang ketat, hingga metode pemeriksaan dan kontrol kualitas hasil lasan agar memenuhi standar industri.
Kompetensi mendalam yang diperoleh para peserta diharapkan dapat langsung diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di kampus PNN. Khususnya pada mata kuliah dan praktikum yang berkaitan dengan fabrikasi logam, perbaikan struktur, serta perawatan komponen alat berat. Artinya, apa yang dipelajari di Surakarta akan segera diterapkan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.
Keikutsertaan dosen dan teknisi dalam pelatihan industri ini, menurut Humas PNN, Akbaruddin, SE, merupakan bagian dari upaya sistematis PNN dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidik agar selaras dengan standar kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. PNN menyadari bahwa kualitas lulusan tidak akan pernah melampaui kualitas pendidiknya. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dosen dan tenaga teknis menjadi prioritas utama.
“Dengan bekal keterampilan pengelasan yang lebih mumpuni, tenaga pendidik Prodi D3 Teknik Alat Berat PNN diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan industri alat berat di Kalimantan dan sekitarnya,” terang Akbaruddin. Beliau menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus selalu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi dan praktik di industri, agar mahasiswa tidak belajar teori yang sudah ketinggalan zaman. (ADHE/DIKSIPRO)



