Dies Natalis ke-VI PNN Penuh Kenangan dan Harapan Baru
Bupati: "Bukti nyata kehadiran negara di bumi perbatasan

Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti peringatan Dies Natalis ke-VI Politeknik Negeri Nunukan (PNN), yang berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026. Berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya, kali ini terasa jauh lebih istimewa. Acara dilaksanakan di Ruang Serbaguna Gedung Laboratorium Terpadu, sebuah bangunan baru yang megah dan modern, bukti nyata kemajuan PNN dalam menunjang kualitas pembelajaran, penelitian, serta pelayanan pendidikan vokasi yang semakin unggul dan berdaya saing di wilayah perbatasan.
Momen ini pun menjadi semakin bersejarah karena untuk pertama kalinya, Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, hadir secara langsung sebagai tamu kehormatan dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-VI PNN.
Irwanl tampak mengenakan busana akademik senat, duduk berdampingan bersama para anggota senat. sebuah kehormatan sekaligus simbol dukungan yang sangat berarti bagi keberlangsungan kampus di perbatasan ini.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menyampaikan apresiasi yang mendalam. Kehadiran PNN di perbatasan, menurutnya, bukan hal yang biasa. Ditegaskannya, ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah perbatasan.
“PNN adalah kebanggaan kita semua. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, PNN telah berhasil mencetak Sumber Daya Manusia yang terampil, kompeten, dan siap kerja. Yang memang sangat dibutuhkan untuk membangun Kabupaten Nunukan,” ujar Bupati dengan penuh semangat.
Pemerintah Daerah, lanjutnya, memiliki visi yang sejalan dengan PNN. Jangan sampai anak daerah jauh-jauh ke luar daerah hanya untuk mendapatkan pendidikan vokasi yang berkualitas. Cukup di Nunukan, dengan kualitas nasional.
Sementara itu, Direktur PNN, Arkas Viddy, Ph.D., dalam sambutannya menelusuri kembali perjalanan panjang yang tak mudah. PNN lahir pada tahun 2014 sebagai Politeknik Di Luar Domisili (PDD), dan baru resmi berstatus Politeknik Negeri pada tahun 2020. Perjuangan ini, kata beliau, tidak semudah membalik telapak tangan.
“Perjuangan yang sudah dilakukan tidak semudah seperti membalik telapak tangan. Berkat komitmen sejumlah pihak, terutama para pencetus dan pendirinya, lalu mendapat dukungan sangat positif dari Pemerintah Daerah serta pimpinan institusi-institusi vertikal, PNN bisa berdiri tegak hingga hari ini,” ungkap Arkas Viddy dengan nada haru.
Perayaan hari jadi ini pun ditandai dengan tradisi pemotongan tumpeng yang dilakukan langsung oleh Direktur PNN, Arkas Viddy. Potongan pertama tumpeng diserahkan kepada Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, sebagai bentuk penghormatan sekaligus terima kasih atas dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah selama ini. Kemudian dilanjutkan penyerahan potongan tumpeng kepada para pejabat, tokoh pendiri, serta tamu undangan kehormatan lainnya yang hadir dalam acara tersebut.
Acara ini juga terasa semakin berarti dengan kehadiran langsung para tokoh pendiri dan pencetus PNN. Di antaranya H. Trisno Hadi, serta Asmin Laura Hafid yang hadir mewakili ayahanda tercinta, H. Abd Hafid Achmad. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa keberadaan PNN adalah buah dari perjuangan bersama, dari generasi ke generasi.
Di momen yang penuh syukur ini, Direktur PNN juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengenang dan mendoakan para pendiri PNN yang telah mendahului. Beliau menyebut nama-nama yang tak boleh dilupakan, Hj. Asmah Gani, H. Zainuddin HZ, M.Si, Ir. H. Faridil Murad, Ir. H. Zainuddin Palantara, H.bSabaruddin, SE (Pak Abay), dan H. Jafar SE.
“Keberadaan PNN hingga detik ini merupakan amal jariah mereka yang harus selalu kita kenang dan hargai. Alhamdulillah, tahun ini PNN sudah memiliki Gedung Laboratorium Terpadu yang lengkap dengan peralatan dan fasilitas penunjang lainnya,” tegas Arkas Viddy.



