NUNUKAN – Mengacu kebijakan resmi Badan Gizi Nasional (BGN), hari pertama setelah pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali normal pada Kamis (8/1/2026), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera memilih menu makanan masyarakat lokal suku Tidung, Besubut
Tidak sekedar menyajikan menu jenis makanannya, pada kesempatan tersebut SPPG Bukit Arung Sejahtera juga mengundang hadir dua tokoh masyarakat adat Tidung di daerah ini. Mereka adalah Ketua Adat Besar Tidung Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Naharuddin serta wakilnya, Abd Kadir, berkunjung ke dapur MBG SPPG Bukit Arung Sejahtera untuk mencicipi dan memberikan tanggapannya.
Selain mengucapkan rasa terimakasihnya, atas nama masyarakat etnis Tidung Naharuddin juga memuji dan memberikan apresiasi kepada SPPG Bukit Arung Sejahtera.atas pilihan menu makanan dari etnis mereka ini
“Ini menjadi momentum luar biasa sebagai bentuk perhargaan terhadap etnis kami. Cita rasa sajiannya juga enak,” kata Naharuddin usai mencicipi Besubut yang dihidangkan buat mereka.
Selain rasa bangga, masih seperti dikatakan Ketua Adat Besar Tidung Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara ini, menjadikan Besubut sebagai menu pilihan untuk dihidangkan kepada penerima manfaat hari ini, juga menjadi sarana dalam memperkenalkan salah satu kekayaan khasanah budaya masyarakat etnis Tidung.
“Saat ini mungkin banyak dari anak cucu kami yang belum pernah melihat apalagi merasakan makanan ini,” tambah Naharuddin.
Menambahkan, Wakil Ketua Adat Besar Tidung Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, Abdul Kadir sempat menuturkan sekilas riwayat terkait jenis makanan tersebut bagi masyarakat etnis mereka.
Besubut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, menurut Abdul Kadir berarti bercampur. Merupakan makanan olahan berbahan utama beras yang dicampur dengan alternatif pilihan, dapat berupa sagu, jagung ketela pohon atau ubi jalar.
“Kebetulan kali ini kami lihat SPPG Bukit Arung Sejahtera menggunakan ubi jalar biru sebagai campurannya,” ujar Abdul Kadir.
Kreatifitas pengolahan Besubut oleh SPPG Bukit Arung Sejahtera dengan beberapa bahan makanan moderen, lanjutnya, ternyata menghasilkan makanan dengan cita rasa yang enak yang diyakini membangkitkan selera makan penerima manfaat.
Keseriusan dari keputusan memilih Besubut sebagai sajian program MBG hari ini menurut Sumari dilakukan memang tidak kepalang tanggung.
“Walau hanya untuk kebutuhan satu hari, chef kami melakukan observasi untuk memperoleh referensi makanan hingga ke Kabupaten Tana Tidung (KTT),” terang Sumari.
Setelah dinilai memenuhi persyaratan dan disetujui oleh tim ahli gizi yang dimiliki, lanjutnya, maka diputuskanlah Besubut untuk mereka sajikan kepada para penerima manfaat yang dilayani. (ADHE/DIKSIPRO)



