NUNUKAN – Tidak ingin melewatkan begitu saja momentum meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah di bulan suci Ramadhan, Alumni SMA Negeri 1 Nunukan angkatan tahun 2004 juga hadir di tengah masyarakat untuk berbagi.
Sebanyak 300 paket bingkisan yang mereka sediakan, habis terbagi untuk masyarakat yang kebetulan melintas di jaan tempat aksi sosial saat itu digelar, di Jl. Bhayangkara, sekitar Pk. 17.00 pada Sabtu (7/3/2026).
Berbeda dibanding kebanyakan kelompok atau komunitas yang umumnya membagikan kue takjil untuk berbuka puasa, maka paket bingkisan yang dibagikan Alumni angkatan tahun 2024 SMA Negeri 1 Nunukan ini berisi 5 butir telur mentah.
Ketua pelaksana kegiatan, Andi Riswandi menjelaskan, membagikan telur masih dalam keadaan mentah merupakan kesepakatan bersama sebagai pilihan untuk dibagikan kepada masyarakat. Alasannya, menjadi sesuatu yang berbeda dibanding aksi sosial serupa seperti kebanyakan dilakukan kelompok lain, namun dengan tujuan tetap sama, yakni bermanfaat bagi orang lain.
Pertimbangannya, menurut pilihan pria yang kesehariannya lebih akrab dikenal dengan nama panggilan Andi Cega ini, akan lebih memberi kebebasan guna kepada masyarakat penerimanya.
“Dimasak untuk buka puasa hari ini bisa, untuk lauk pendamping makan sahur besok juga bisa. Mau langsung dimanfaatkan hari ini bisa, atau baru digunakan dua atau tiga hari kemudian juga bisa….ya, terserah penerimanya,” ujar Cega.

Kegiatan hari itu juga dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama. Cengkerama menjadi lebih meriah, karena sebagian besar alumni angkatan tahun 2004 SMA Negeri 1 Nunukan tersebut, merupakan rekan-rekan mereka yang tercatat sebagai Alumni SMP Negeri 1 Nunukan angkatan tahun 2001.
Suasana gembira berkumpul dan berbuka puasa bersama dengan teman semasa sekolah yang terbangun saat utu, sejenak sempat haru. Ketika sejumlah guru pengajar di jaman mereka yang diantaranya saat ini sudah purna tugas, terlihat hadir memenuhi undangan acara yang digelar di salah satu rumah makan terkemuka di Nunukan tersebut.
Diantaranya, guru pelajaran PPKN Untung Sugianto, Masdiana (Ekonomi), Katherina (Geografi), Khoirul Naim (Pendidikan Jasmani dan Olahraga), Andi Ansar (Pendidikan Jasmani dan Olahraga), H. Suwarno (Bahasa Inggris), Salama (Bahasa Indonesia) dan guru mata pelajaran Kimia, Agustina.
Tidak hanya berbagi paket bingkisan untuk masyarakat, masih seperti dikatakan Andi Cega, dari dana kolektif yang berhasil dikumpulkan untuk kebutuhan kegiatan ini, sebagiannya digunakan untuk pengadaan 10 paket bingkisan sembako untuk para guru yang pernah mendidik mereka serta pengadaan 50 paket sembako untuk kaum dhuafa.
Ketua alumni angkatan ini, Rakhmat Gustin Affandi menambahkan, salah satu ‘kekuatan’ pada komunitas mereka adalah kekompakan. Tidak terbatas kompak pada kegiatan-kegiatan internal, misalnya penggalangan donasi untuk keluarga rekan seangkatan yang sedang sakit atau berduka.
Mereka juga aktif dalam kebersamaan pada kegiatan-kegiatan sosial eksternal. Diantaranya penggalangan dana peduli terhadap korban musibah/bencana yang terjadi di Nunukan atau pun luar daerah.
“Termasuk kepedulian donasi jika mendapat informasi adanya warga yang sedang membutuhkan ‘uluran tangan’ karena sedang sakit,” ujar H. Fandi yang juga tercatat sebagai Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMP Negeri 1 Nunukan ini. (ADHE/DIKSIPRO)



