Bukti Mahasiswa Vokasi Serba Bisa
PNN Kirim Kontingen ke Porseni Politeknik Se-Indonesia di Medan

NUNUKAN – Politeknik Negeri Nunukan (PNN) kembali mencatatkan langkah membanggakan dalam dunia pendidikan vokasi nasional. Kampus yang berada di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia ini secara resmi mengirimkan kontingen mahasiswa terbaik untuk mengikuti ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Politeknik Se-Indonesia yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara.
Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata komitmen PNN dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara utuh, tidak hanya di ruang kelas tetapi juga di arena kompetisi nasional.
Menurut Direktur PNN, perjalanan menuju Medan bukan sekadar perpindahan lokasi. Bagi para mahasiswa yang terpilih, perjalanan ribuan kilometer dari perbatasan Kalimantan ke Sumatera adalah awal dari sebuah tanggung jawab besar. Membawa nama baik almamater, mewakili wilayah perbatasan, dan menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi dari daerah perbatasan pun mampu bersaing di tingkat nasional. Semangat inilah yang menjadi bekal utama kontingen PNN sebelum berangkat.
Pada ajang tahun ini, PNN menurunkan peserta di tiga cabang andalan, masing-masingmasing, Pencak Silat, Karate, dan Lomba Solo Song. Pemilihan cabang tersebut bukan tanpa alasan
Ketiganya mencerminkan kekuatan karakter sekaligus kreativitas mahasiswa. Cabang bela diri menunjukkan ketangguhan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah. Sementara Solo Song menampilkan sisi seni, kepekaan rasa, dan keberanian berekspresi di hadapan publik. Kombinasi ini menegaskan bahwa PNN membentuk manusia yang seimbang antara fisik, jiwa, dan budaya,”
”Lebih dari sekadar mengejar piala dan medali, keikutsertaan dalam Porseni memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ajang ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antarperguruan tinggi vokasi di seluruh Indonesia,” kata Arkas Viddy, Jum’at (24/7/2026)
Melalui pertandingan dan kegiatan seni, lanjutnya, akan terjalin keakraban antar peserta dari Sabang sampai Merauke, dari pulau terluar hingga pusat kota besar. Inilah semangat persatuan Indonesia yang tumbuh di kalangan generasi muda. Satu bangsa, meski berbeda pulau dan latar belakang.
Selain itu, Porseni juga menjadi wadah untuk membangun karakter yang tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Di atas gelanggang pertandingan maupun panggung seni, kemenangan memang menjadi tujuan, tetapi kejujuran, rasa hormat kepada lawan, dan sikap menerima hasil dengan lapang dada adalah pelajaran yang jauh lebih berharga. Nilai-nilai inilah yang dibawa oleh setiap kontingen PNN ke Medan.
Sebelum keberangkatan, momen pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Direktur Politeknik Negeri Nunukan memberikan pesan mendalam kepada seluruh anggota kontingen. Ia menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil para mahasiswa di sana adalah cerminan dari seluruh sivitas akademika PNN. Menjaga nama baik institusi sama pentingnya dengan meraih prestasi.
“Kalian adalah duta Politeknik Negeri Nunukan. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang. Apa pun hasilnya, berikan yang terbaik dan harumkan nama kampus,” pesan Arkas Viddy.
Pesan ini menjadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa karakter dan sikap adalah kemenangan yang abadi, terlepas dari piala yang diraih.
Seluruh sivitas akademika PNN, mulai dari pimpinan, dosen, staf, hingga sesama mahasiswa, turut memberikan dukungan penuh dan doa tulus bagi para kontingen. Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi para atlet dan peserta seni untuk memberikan penampilan maksimal. Kehadiran PNN di Medan bukan sekadar kehadiran satu kampus, melainkan kehadiran satu keluarga besar yang berharap yang terbaik untuk putra-putrinya.
Partisipasi ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan teknis. Di luar ruang kelas, mereka juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan seni sebagai wujud pengembangan karakter serta talenta yang seimbang. PNN ingin membuktikan bahwa lulusan vokasi adalah manusia yang utuh, cerdas, terampil, kuat, dan berbudaya.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang bulat, kontingen PNN melangkah ke Medan dengan harapan mampu meraih hasil terbaik, namun lebih dari itu, membawa pulang pengalaman berharga, persahabatan baru, dan semangat yang lebih berkobar untuk terus membuktikan bahwa dari perbatasan pun lahir prestasi yang membanggakan. (ADHE/DIKSIPRO)



