Musda Golkar Nunukan Yang Ricuh, Dimana Peran DPD Kaltara?

NUNUKAN – Kerusuhan yang melanda Musyawarah Daerah (Musda) ke VI DPD Tingkat II Partai Golkar Kabupaten Nunukan, Rabu (29/7/2026), dinilai sebenarnya bisa dihindari seandainya pengurus tingkat provinsi bertindak cepat dan tegas sesuai kewenangan yang dimiliki.
Namun kenyataannya, kehadiran pengurus inti DPD Tingkat I Golkar Kaltara di lokasi justru menuai banyak kritikan. Mereka dinilai lebih memilih berdiam diri atau sekadar “menonton” ketimbang turun tangan mengendalikan situasi yang mulai memanas.
Moh. Rachman, pengamat politik di Nunukan, mengaku heran dengan sikap yang terkesan membiarkan dari pihak provinsi. Padahal saat situasi mulai tidak terkendali, langkah standar yang harus diambil sudah jelas.
”Pihak DPD Tingkat I seharusnya segera mengambil alih kendali, menurunkan tim untuk menenangkan suasana, menjadi penengah kedua belah pihak, dan menjamin keamanan. Jika memang jalan buntu, tetapkan status Musda ditangguhkan demi nama baik organisasi,” tegas Rachman.
Namun sayangnya, langkah tersebut tidak ditemukan. Saat ketegangan memuncak, keberadaan pengurus provinsi justru seolah menghilang. Padahal tanda-tanda kekacauan sudah tercium sejak sehari sebelumnya.
Bahkan kehadiran sekitar 70 personel kepolisian yang bersiaga ketat di dalam dan sekitar lokasi acara di Resto & Cafe Sayn, menjadi bukti nyata bahwa potensi konflik sudah terindikasi kuat sejak awal.
Pengamat politik lainnya, Taufiqurrahman, memberikan kritik yang lebih tajam. Ia menilai pengurus provinsi terkesan “cuci tangan” terhadap permasalahan internal partai.
”Seharusnya mereka segera memerintahkan panitia untuk menghentikan perdebatan yang memanas, lalu mengambil alih pimpinan acara. Sehingga adu mulut hingga aksi anarkis seperti pembantingan meja oleh salah satu Pengurus Kecamatan bisa dicegah,” ujar Taufiqurrahman.
Ia pun menyesalkan kejadian tersebut, mengingat Golkar adalah partai besar yang sudah sangat matang dalam menghadapi berbagai dinamika politik, baik dari luar maupun dari dalam tubuhnya sendiri.
Menjelang berakhirnya kekacauan dan usai Ketua DPD Tingkat II Sitti Raudah membubarkan paksa acara, Ketua DPD Tingkat I Golkar Kaltara Syarwani terlihat bergegas meninggalkan lokasi. Saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, ia menolak memberikan tanggapan apa pun.
”Saya buru-buru, ada kegiatan lain,” ucap Syarwani singkat sembari segera masuk ke dalam kendaraan dan meninggalkan lokasi acara. (ADHE/DIKSIPRO)



