
Senyum yang sempat tertahan kini kembali merekah di wajah para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera di Nunukan. Terhitung Senin, (13/7/2026), dapur MBG ini resmi beroperasi kembali – sebuah kabar yang membawa harapan cerah bagi kehidupan ekonomi keluarga mereka
Bagi para ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung tambahan ekonomi keluarga, bahkan satu-satunya harapan penghasilan, kabar ini terasa seperti jawaban dari doa-doa yang dipanjatkan setiap malam.
“Penghasilan ini untuk masa depan anak-anakku,”
Begitu perasaan lega yang dirasakan Endang Yohanis Tamu. Meski perolehan suaminya merupakan sumber penghasilan utama, biaya sekolah ketiga anaknya—dua di bangku SMA dan satu lagi SMP—terasa begitu berat dipikul sendirian.
“Puji Tuhan, saya sangat bersyukur dapur MBG kami kembali beroperasi,” ujarnya dengan mata berbinar. “Penghasilan saya di sini sangat membantu meringankan beban biaya sekolah anak-anak. Setiap rupiahnya berharga untuk masa depan mereka,” kisah relawan dari Divisi Persiapan ini.
Satu-satunya harapan di tengah kebutuhan mendesak
Kebahagiaan yang sama terasa mendalam bagi Sunarti, relawan dari Divisi Pencucian. Bagi ibu ini, bekerja di SPPG adalah satu-satunya sumber penghasilan keluarganya.
Selama tiga minggu operasional terhenti, hatinya terasa berat. Apalagi di saat yang bersamaan, anak sulungnya hendak mendaftar SMA, sementara anak bungsunya baru akan masuk SD. Kebutuhan uang seolah datang berbarengan, padahal tangan kosong belum bisa berbuat banyak.
“Saya tidak punya pekerjaan lain selain di sini. Sempat bingung dan cemas sekali bagaimana memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak,” akunya sambil tersenyum haru. “Alhamdulillah, sekarang saya bisa kembali bekerja.”
Melihat gelisah mereka, kini berganti syukur
Kepala Chef SPPG Bukit Arung Sejahtera, Tamrin, mengaku sangat terharu melihat ketulusan dan kekhawatiran para ibu ini selama operasional terhenti. Hampir setiap hari ia mendengar curhatan tentang kekhawatiran menutupi kebutuhan sehari-hari.
“Sungguh miris mendengar cerita mereka. Kebanyakan adalah ibu rumah tangga yang benar-benar mengandalkan pekerjaan ini untuk membantu suami atau menopang hidup keluarga,” ungkap Tamrin dengan nada tulus.
“Sekarang melihat mereka kembali tersenyum dan bekerja dengan semangat, hati saya pun ikut lega. Semoga ke depannya tidak ada lagi kendala, dan semoga rezeki mereka terus mengalir demi anak-anak tercinta.”
Kini, di balik kesibukan menyiapkan makanan bergizi, tersimpan doa dan harapan besar: agar setiap keringat yang jatuh menjadi jalan terang bagi masa depan keluarga mereka di Nunukan.
Penulis : Adharsyah
Redaktur DIKSIPRO.com



