Madura Nusantara di Nunukan Gabung ke Formaline
Simbol Menguatnya Persaudaraan Antar Etnis di Nunukan

NUNUKAN – Semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Nunukan kembali menguat. Forum Masyarakat Lintas Etnis (Formaline) Nunukan kini resmi bertambah anggota setelah Paguyuban Masyarakat Madura Nusantara menyatakan bergabung dalam wadah pemersatu lintas suku dan budaya tersebut.
Bergabungnya komunitas masyarakat Madura itu membuat jumlah etnis yang berhimpun di Formaline Nunukan meningkat dari 14 menjadi 15 kelompok etnis hingga Mei 2026.
Sebelumnya, sejumlah organisasi etnis yang telah lebih dulu tergabung di antaranya Lembaga Adat Tidung (LAT), Dewan Adat Dayak (DAD), Bubuhan Banjar Kalimantan Utara (BBKU) Cabang Nunukan, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST), Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (KKSU), Kerukunan Keluarga Masyarakat Sulawesi Barat (KKMSB), Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG), Ikatan Keluarga Toraja (IKAT), Pakuwaja, K2NTT, KKBN, PSMTI hingga PMTI.
Momentum bergabungnya Masyarakat Madura Nusantara pada Formaline Nunukan ditandai dengan kehadiran perwakilan mereka, Syaiful Anwar, dalam rapat koordinasi Formaline Nunukan yang digelar pada Ahad (10/5/2026).
Semakin banyaknya warga Madura yang menetap di Nunukan, menurut Saiful menjadi alasan penting untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan seluruh elemen masyarakat lintas etnis di daerah ini.
“Bersosialisasi, menjalin silaturahmi, dan membangun rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang berbeda latar belakang merupakan hal yang sangat baik. Banyak manfaat yang bisa diperoleh untuk menjaga persatuan,” ujarnya.
Ia juga berharap hubungan antaranggota Formaline tidak hanya terjalin saat rapat koordinasi atau kegiatan seremonial lainnya tetapi dapat berkembang juga melalui berbagai kegiatan bersama.
“Mungkin nanti bisa dibuat kegiatan sosial, kegiatan olahraga bersama atau hiburan seni agar hubungan kekeluargaan semakin erat,” tambahnya.
Ketua DPP Formaline Nunukan, Sumari, menyambut positif bergabungnya Masyarakat Madura Nusantara yang ada di Nunukan kedalam organisasi yang dipimpinnya tersebut. Ia menilai semakin banyak etnis yang berhimpun dalam Formaline menjadi sebuah kekuatan besar dalam menjaga keharmonisan daerah yang majemuk seperti Nunukan.
Keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya di tengah masyarakat, katanya lagi, harus dirawat dengan semangat persaudaraan agar tidak memunculkan perpecahan.
“Di tengah masyarakat yang majemuk, potensi perbedaan tentu ada. Namun dengan rasa persatuan dan persaudaraan, setiap persoalan dapat diselesaikan bersama-sama secara damai,” tegas Sumari.
Keberadaan Formaline sendiri kini semakin dipandang sebagai ruang pemersatu masyarakat lintas etnis di Nunukan, sekaligus menjadi simbol bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang aman, harmonis, dan saling menghargai.(ADHE/DIKSIPRO)



