Formaline Serukan Kedamaian di Tengah Memanasnya Situasi Sosial

NUNUKAN – Kegaduhan di tengah masyarakat Nunukan dalam beberapa hari terakhir mulai memunculkan kekhawatiran berbagai pihak. Situasi yang berpotensi meluas hingga menyeret beragam unsur dan kelompok masyarakat itu pun mendapat perhatian serius dari Forum Masyarakat Adat Lintas Etnis (Formaline) Nunukan.
Sebagai organisasi yang menaungi berbagai etnis di Nunukan, Formaline memilih mengambil langkah cepat guna menjaga stabilitas sosial dan mencegah terjadinya perpecahan di tengah masyarakat
Pada Ahad (10/5/2026), Formaline Nunukan menggelar pertemuan internal dengan menghadirkan para ketua dan perwakilan etnis yang tergabung di dalam organisasi tersebut. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan namun sarat dengan pesan persatuan dan komitmen menjaga kedamaian daerah.
Ketua Formaline Nunukan, Sumari menegaskan, pertemuan itu menjadi langkah koordinasi bersama untuk mengantisipasi potensi kegaduhan yang lebih besar di tengah masyarakat.
Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini tidak boleh dibiarkan melebar hingga melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dengan latar belakang maupun kelompok yang berbeda.
“Jika ada potensi yang bisa memicu suasana semakin panas, maka itu harus dicegah bersama. Sebaliknya, apabila ada ruang dan peran yang bisa dilakukan untuk menciptakan situasi yang kondusif, maka itulah yang harus kita kedepankan,” ujar Sumari.
Dalam forum tersebut, setiap ketua maupun perwakilan etnis diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan sikap masing-masing terkait dinamika sosial yang terjadi belakangan ini. Dialog dilakukan terbuka dengan semangat menjaga persaudaraan antar warga.
Sumari mengatakan, keberagaman etnis di Nunukan sejatinya harus menjadi kekuatan untuk merawat keharmonisan, bukan justru menjadi celah munculnya konflik sosial.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun komitmen yang semakin kuat untuk menjaga kedamaian dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Pertemuan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa tokoh-tokoh lintas etnis di Nunukan tidak ingin persoalan yang berkembang di tengah masyarakat berubah menjadi konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu stabilitas daerah.(ADHE/DIKSIPRO)



