SMPN 1 Nunukan ‘Diguncang Gempa Hebat dan Kebakaran’

Suasana pagi yang tenang di SMP Negeri 1 Nunukan tiba-tiba berubah menjadi penuh kepanikan pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 10.30 Wita. Ratusan siswa tiba-tiba berlarian keluar dari ruang kelas sambil berteriak, diikuti para guru yang segera mengarahkan mereka menuju lapangan terbuka di halaman sekolah. Langit terasa bergetar hebat. Gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter tengah mengguncang kawasan tersebut.

Saat siswa dan guru berusaha menyelamatkan diri, terlihat beberapa siswa seolah tertimpa reruntuhan bangunan dan membutuhkan pertolongan. Belum selesai ketegangan akibat guncangan mereda, kepanikan meningkat kembali. Api tiba-tiba berkobar di samping bangunan Ruang Kelas 7A. Api terlihat membesar dan semakin membuat para siswa histeris.

Di tengah situasi yang tampak kacau itu, tiga orang siswa terlihat sigap mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di sekolah dan berusaha melakukan pemadaman sementara. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera melakukan pemadaman secara profesional. Bersamaan dengan itu, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan juga hadir untuk membantu proses evakuasi dan memberikan pertolongan pertama kepada siswa yang mengalami luka-luka.

Beberapa saat setelah keadaan dinyatakan aman, diumumkan bahwa dari 853 siswa yang hadir di sekolah hari itu, tiga orang dinyatakan mengalami cedera. Di antaranya ada yang mengalami patah tulang. Selebihnya dinyatakan selamat dan aman. Keenam puluh empat guru dan tenaga kependidikan yang bertugas hari itu juga dilaporkan dalam keadaan selamat.

Kabar baiknya: semua ketegangan itu bukan peristiwa sungguhan. Seluruh rangkaian peristiwa tersebut merupakan bagian dari Simulasi Tanggap Darurat Bencana, yang diselenggarakan oleh sekolah bergelar Sang Juara tersebut bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD Kabupaten Nunukan untuk melatih kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya.

Kepala SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa, guru, dan staf sekolah dengan pengetahuan serta keterampilan praktis tentang cara bertindak cepat, tepat, dan aman saat bencana terjadi.

“Mulai dari cara evakuasi yang benar, mencari tempat berlindung yang aman, memberikan pertolongan pertama pada teman yang terluka, hingga menggunakan alat pemadam api sederhana,” terang Rustiningsih.

Semua itu, lanjutnya, dilakukan agar jika bencana sungguhan terjadi, tidak terjadi kepanikan yang justru membahayakan keselamatan.

Kegiatan terasa nyata dan mengesankan ini disaksikan oleh sejumlah tamu undangan. Hadir mewakili Bupati Nunukan adalah Sirajuddin, S.Sos., M.Si., Asisten Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sirajuddin, pemerintah daerah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif sekolah tersebut.

“Simulasi ini sangat penting mengingat posisi wilayah Kabupaten Nunukan yang berada di kawasan rawan bencana, seperti gempa bumi, banjir rob, angin kencang, hingga kebakaran pemukiman padat,” ujarnya.

Ia menambahkan: “Bencana tidak pernah memberi tahu kapan ia akan datang. Bencana tidak menunggu kita siap, maka kitalah yang harus lebih dulu siap.”

Turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Nunukan Muhammad Mansyur, mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang SMP Andi Maskur, serta Ketua Komite Sekolah Yance Tambaru. Semangat kesiapsiagaan bencana ini diharapkan tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga dibawa para siswa ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.(ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version