Kelangkaan Barang Kebutuhan Pokok serta Harga Mahal, ‘Mengancam’ Nunukan

ALFI Agendakan Ketemu Dishub Kaltara

NUNUKAN – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Nunukan mengkhawatirkan akan terjadi kenaikan harga pada sejumlah barang logistik kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini. Terutama barang-barang kebutuhan masyarakat yang dipasok dari luar pulau Kalimantan.

Bahkan, menurut Sekretaris  ALFI Nunukan, Ambrosius Tukan, mahalnya harga barang-barang kebutuhan pokok yang didatangkan dari luar daerah itu akan berlangsung secara permanen.

“Hal itu terjadi  disebabkan layanan kapal angkutan bersubsidi (Tol Laut) hanya dijadwalkan sekali dalam sebulan masuk berlayar ke Nunukan,” terang Ambrosius.

Akibatnya, akan terus terjadi kelangkaan barang kebutuhan pokok masyarakat. Secara otomatis berakibat pada konsekwensi harga jual barang di pasar menjadi mahal.

Ambrosius menjelaskan, sebelumnya pemerintah menggunakan KM. Kandaga. Dikontrak sebagai kapal angkutan bersubsidi untuk barang yang didatangkan dari luar pulau Kalimantan ke daerah ini.

Begitu juga sebaliknya. KM. Kandaga  dengan jadwal pelayaran dua kali dalam sebulan masuk ke Nunukan itu juga cukup lancar mengangkut komoditi dagangan dari Nunukan untuk dikirim ke luar daerah pada masing-masing tujuannya.

Pada Desember tahun 2025 lalu, terang Ambrosius, kontrak angkutan pelayaran dengan KM. Kandaga, berakhir. Pemerintah mengalihkan kontrak pelayaran dengan KM. Logistik Nusantara. Selain itu, jadwal pelayaran ke Nunukan juga jadi kurangi. Hanya berlangsung sekali dalam sebulan.

“Terbatas hanya satu kali dalam sebulan berlayar memasuki Nunukan, ALFI memprediksikan akan terjadi kelangkaan terhadap barang-barang kebutuhan diikuti harga-harga di pasar yang melonjak naik  menjadi mahal,” tegas Ambrosius.

Karenanya, lanjut Ambrosius lagi, ALFI Nunukan segera mengagendakan pertemuan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan memperoleh solusi pada persoalan yang terjadi saat ini.

Kelangkaan sejumlah komoditi kebutuhan pokok di tengah masyarakat, yang berefek pada kenaikan harga itu juga menjadi perhatian serius mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera, Sumari.

“Beroperasinya sembilan SPPG di Nunukan saat ini memastikan akan terjadi peningkatan besar terhadap kebutuhan sejumlah bahan pokok yang ada di pasaran,” ujar Sumari.

Akibat yang bisa muncul, lanjut Sumari akan terjadi persaingan dan ‘rebutan’ barang kebutuhan pokok antara masyarakat dengan dapur MBG yang dikelola SPPG.

Pada realita tersebut, kara Sumari lagi, hampir bisa dipastikan pemenangnya adalah dapur MBG SPPG. Karena para pedagang tentunya lebih memilih transaksi jual beli barang dagangan dilakukan dengan konsumen yang sekali gus  membeli dalam jumlah partai besar

dibanding masyarakat umum yang belanja seadanya sekedar memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sehari-hari.

“Hal seperti itu tentunya tidak boleh terjadi. Harus diantisipasi dengan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat yang cukup di pasaran,” tegasnya. (ADHE.DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version