Belajar Strategi Penanganan Bencana

Mahasiswa Teknik Sipil PNN Kunjungan Belajar ke Markas Pemadam Kebakaran

NUNUKAN – Sebanyak 34 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan Politeknik Negeri Nunukan (PNN) melakukan kunjungan lapangan yang penuh wawasan ke Markas Komando Utama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Kamis pagi (30/4/2026). Kegiatan ini menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan erat antara pembangunan infrastruktur dengan sistem keselamatan dan penanggulangan bencana di wilayah perkotaan.


‎Didampingi langsung oleh dosen pembimbing, kedatangan rombongan dari PNN  disambut hangat oleh Kepala Bidang Pencegahan sekaligus Fungsional Pemadam Kebakaran Mahir, Robinson Bura didampingi beberapa unsur pimpinan lainnya.


‎Saat menyampaikan paparannya, Robinson menegaskan bahwa peran pemadam kebakaran jauh lebih luas daripada sekadar memadamkan api saat kejadian bencana.


‎“Lembaga ini tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan penyelamatan nyawa manusia, hewan, hingga aset berharga masyarakat. Lebih dari itu, kami memiliki fungsi strategis dalam pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran tumbuh dari awal,” urai Robinson di hadapan para mahasiswa.


‎Ia juga memperkenalkan konsep kunci yang menjadi nyawa kerja dinas ini, yaitu waktu tanggap atau response time. Ini merupakan ukuran kinerja yang sangat krusial bagi setiap petugas. “Ada standar baku yang harus dipenuhi, yaitu maksimal 15 menit. Hitungan dimulai saat laporan masuk, persiapan, perjalanan menuju lokasi, hingga peralatan siap digunakan. Kecepatan ini adalah penentu utama dalam meminimalkan risiko kerugian materi maupun korban jiwa,” jelasnya.


‎Tak hanya mendengarkan teori di dalam ruangan, para mahasiswa diajak berkeliling dan diperkenalkan secara langsung pada berbagai jenis sarana dan prasarana yang menjadi tulang punggung operasi penyelamatan. Mulai dari berbagai jenis kendaraan pemadam, selang, nozle, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga perlengkapan pelindung diri yang dirancang khusus untuk menghadapi suhu ekstrem dan situasi berbahaya.


‎Puncak kegiatan yang paling dinanti adalah sesi praktik lapangan. Tim pemadam kebakaran mendemonstrasikan simulasi penanganan kebakaran menggunakan berbagai media nyata, mulai dari percobaan pemadaman pada kebakaran tabung gas, penggunaan APAR, hingga penanganan titik api pada wadah yang berisi bahan bakar minyak. Para mahasiswa menyimak dengan saksama setiap teknik dan langkah aman yang diperagakan petugas.


‎Selama kurang lebih dua jam, suasana kegiatan berlangsung sangat interaktif. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi dan melihat praktik, tetapi juga berkesempatan melakukan diskusi mendalam dan tanya jawab seputar tantangan teknis penanganan kebakaran serta persyaratan keselamatan yang wajib dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan sarana dan prasarana.


‎Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi kenangan berharga. Kunjungan ini dinilai sangat relevan bagi calon insinyur sipil, mengingat dalam merancang dan membangun infrastruktur perkotaan, aspek keamanan dan kemudahan akses bagi pertolongan darurat merupakan elemen perencanaan yang mutlak diperhitungkan demi keselamatan masyarakat luas. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version