Belajar dari Pusat Unggulan, 24 Pimpinan Politeknik Indonesia Dalami Teknologi AI di Liuzhou Polytechnic

Liuzhou Polytechnic berdiri tegak sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terkemuka di Tiongkok. Berdiri sejak tahun 1952, kampus ini telah lama dikenal dengan sistem integrasi pendidikan dan industri yang sangat kuat, serta ditetapkan sebagai pusat unggulan nasional dalam pendidikan teknologi terapan.

‎Reputasi inilah yang menjadikannya destinasi belajar paling tepat bagi para pemimpin pendidikan vokasi dari seluruh Indonesia. Selama dua pekan, terhitung sejak 2 Agustus 2026, sebuah langkah bersejarah pun terjadi. Sebanyak 24 direktur dan dosen pendidikan vokasi dari seluruh Indonesia, termasuk Direktur Politeknik Negeri Nunukan (PNN), Arkas Viddy, bersepakat untuk mempelajari teknologi terapan, terutama bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), langsung dari sumbernya di Liuzhou Polytechnic.

‎Keputusan ini bukan tanpa alasan yang kuat. Lembaga tersebut telah lama diakui sebagai pusat unggulan nasional dalam mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan ke dalam sistem pendidikan vokasi. Kurikulumnya terus diperbarui secara dinamis agar selaras dengan kebutuhan industri nyata, serta didukung oleh infrastruktur riset dan laboratorium berteknologi tinggi yang setara dengan standar dunia.

‎Bagi para delegasi Indonesia, kehadiran di sini bukan sekadar mempelajari teori. Arkas Viddy, menjelaskan bahwa di Liuzhou Polytechnic, AI tidak sekadar dipelajari sebagai teori di ruang kelas, melainkan langsung diterapkan di berbagai bidang. Mulai dari manufaktur cerdas, otomasi industri, hingga sistem pendukung pembelajaran.

‎Hal ini memberikan keuntungan luar biasa bagi para peserta. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi tersebut mengubah cara kerja dunia industri dan pendidikan secara menyeluruh. Bukan sekadar mendengar penjelasan, tetapi menyaksikan praktik nyata yang sudah berjalan dan menghasilkan lulusan siap pakai.

‎”Hal inilah yang menjadikan Liuzhou Polytechnic sebagai rujukan tepat untuk memetik pelajaran terbaik, agar nantinya ilmu yang dibawa pulang dapat diadaptasi dan dikembangkan di politeknik-politeknik di Indonesia, guna melahirkan lulusan yang tidak hanya paham teknologi, tetapi juga mampu menciptakan dan memajukannya sendiri di tanah air,” terang Arkas Viddy.

‎Salah satu keunggulan utama Liuzhou Polytechnic yang menjadi daya tarik tersendiri, lanjutnya adalah kemitraan strategis yang terjalin erat dengan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa di Tiongkok, seperti Huawei, Baidu, dan Tencent. Kolaborasi ini memungkinkan kurikulum yang diajarkan selalu selaras dengan perkembangan teknologi terkini di dunia industri, sehingga apa yang dipelajari para peserta bukanlah teori usang, melainkan pengetahuan yang langsung bisa diterapkan di lapangan.

‎Selain itu, fasilitas penunjang pembelajaran yang tersedia di kampus tersebut sangat lengkap dan modern. Mulai dari pusat riset kecerdasan buatan, laboratorium manufaktur cerdas, hingga ruang simulasi industri yang dilengkapi peralatan mutakhir. Semua fasilitas ini dapat diakses secara bebas oleh para peserta pelatihan, memberikan kesempatan emas untuk berlatih langsung menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan di perusahaan-perusahaan kelas dunia. (Bagian II – Bersambung)

Komentar
Exit mobile version