Perkuat Fondasi Organisasi, DPC PKB Nunukan Gelar Orientasi Politik Pasca Pengukuhan

NUNUKAN — Rangkaian kegiatan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Nunukan periode 2025–2030 yang diselenggarakan Rabu (14/10/2026) lalu, ditutup dengan kegiatan yang tak kalah penting, yaitu Orientasi Politik Partai. Kegiatan ini dinilai sangat strategis, terutama bagi para pengurus baru yang kini memikul amanah dan tanggung jawab besar untuk memajukan partai di wilayah perbatasan ini.

Orientasi politik menghadirkan narasumber kompeten, Arif Taufik, M.A., dari Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) Dewan Pimpinan Pusat PKB. Dalam sesi pemaparan, materi yang disampaikan mencakup tiga pilar utama yang menjadi fondasi kekuatan partai.

Pertama, Mabda Siyasi atau Dasar Berpolitik PKB. Dipaparkan Arif merupakan landasan ideologis dan prinsip dasar perjuangan partai, yang menegaskan bahwa politik PKB senantiasa dijalankan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, kebangsaan, dan keadilan sosial.

“Mabda Siyasi menjadi kompas agar setiap langkah politik kader tidak menyimpang dari cita-cita pendirian partai,” ujarnya.

Terkait Agenda Politik PKB menuju 2029. Arif menegaskan arah kebijakan, prioritas perjuangan, serta target-target strategis partai dalam menghadapi Pemilihan Umum dan Pemilihan Legislatif tahun 2029. Termasuk di dalamnya langkah-langkah konkret untuk memenangkan suara rakyat, memperkuat basis konstituen, dan meningkatkan peran PKB di parlemen maupun pemerintahan.

Sedangkan materi Tata Kelola dan Manajemen, pemateri membahas cara mengelola organisasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Mulai dari mekanisme kerja internal, pembagian tugas, hingga pengelolaan administrasi dan keuangan partai yang baik, sehingga organisasi berjalan efektif dan efisien di semua tingkatan kepengurusan.

Ketua DPC PKB Nunukan, Donal, S.Pd., menyampaikan bahwa orientasi politik yang diselenggarakan bertujuan untuk menyamakan frekuensi seluruh pengurus, memperkuat ideologi partai, serta memperdalam wawasan keagamaan para kader. Dengan bekal pemahaman yang seragam dan mendalam, para kader diharapkan lebih siap menghadapi dinamika politik yang terus berkembang, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Ke depan tantangan partai tidak semakin ringan. PKB dituntut untuk menjadi partai modern, adaptif, dan responsif terhadap persoalan masyarakat,” tegas Donal saat membuka sesi orientasi tersebut.

Sementara itu, Bendahara DPC PKB Nunukan, Edy Sukardi menyambut baik pelaksanaan orientasi politik tersebut. Menurut beliau, kegiatan ini memberikan bekal berharga yang tidak hanya bermanfaat secara ideologis, tetapi juga secara praktis dalam menjalankan fungsi pengelolaan partai.

“Orientasi politik ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam memahami tata kelola organisasi yang rapi, transparan, dan akuntabel. Kami menjadi lebih paham bagaimana mengelola keuangan partai sesuai aturan yang berlaku, sekaligus memahami arah perjuangan partai secara menyeluruh. Dengan pemahaman yang sama di antara seluruh pengurus, insya Allah kami dapat bekerja lebih kompak, terpercaya, dan profesional dalam mengemban amanah masyarakat,” ungkap Edy.

Lebih lanjut Donal menegaskan bahwa PKB harus mampu berakar kuat di tengah masyarakat. Ia berharap seluruh pengurus DPC PKB Nunukan dapat merapatkan barisan, bekerja dengan hati, dan siap turun langsung ke masyarakat.

“Kita harus mendengarkan keluh kesah warga secara langsung. Sehingga PKB benar-benar hadir dan menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” harap Donal.

Kegiatan orientasi politik ini berjalan dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Para kader tampak bersemangat mencatat dan berdiskusi, menunjukkan keseriusan mereka untuk membekali diri sebelum terjun langsung menjalankan amanah kepengurusan. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version