Merancang Program Kerja Antisipasi Konflik Agama

KUA Nunukan Selatan Gelar Early Warning System

NUNUKAN – Hubungan antar umat beragama di Kabupten Nunukan cukup kondusif dan terpelihara secara baik. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan efektif Pemerintah Daerah dalam memperkuat toleransi antar umat beragama di daerah ini. Baik melalui dialog lintas agama maupun kebersamaan dalam berbagai kegiatan rutin yang menjadikan keragaman suku dan agama sebagai modl Pembangunan.

Begitu antara lain dikatakan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, saat tampil sebagai narsumber pada kegiatan Early Warning System (EWS) gelaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nunukan Selatan, Rabu (31/12/2025) lalu.

“Secara keseluruhan, Nunukan menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga dan memperkuat kerukunan antar suku dan agama yang ada. Pemerintah Derah memanfaatkan keberagaman tersebut sebagai modal pembangunan,” ujar Hasan Basri

Tidak sekedar beberapa peristiwa di dalam negeri, pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Nunukan ini juga memberi contoh yang lebih besar lagi. Dampak perpecahan akibat ketidakharmonisan hubugan antar umat pemeluk agama  berbeda pada sebuah negara besar, banyak yang akhirnya hancur terpecah belah. Terpisah menjadi masing-masing negara kecil.

Selain Hasan Basri, dua narsumber lain yang dihadirkan KUA Kecamatan Nunukan Selatan pada kegiatan yang mengangkat tema “Sistem Peringatan Dini Terhadap Konflik Sosial Berdimensi Agama” tersebut, Wakil Ketua Forum Kewaspadaan Umat Bergama (FKUB) Kabupaten Nunukan, Zahri Fadli dan Kepala KUA Kecamatan Nunukan Selatan, Muhmmad Jawahir.

Dibuka secara resmi oleh Camat Nunukan Selatan, Ramsidah, dihadiri juga oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan, Aliansyah, kegitan yang dilaksanakan di Aula Kantor kelurahaan Nunukan Selatan tersebut sedikitnya diikuti 50 peserta undangan dari berbagai stakeholder, tokoh masyarakat dan pemuka agama serta seluruh pejabat Lurah di wilayah Kecamatan Nunukan Selatan.

Kepala KUA Nunukan Selatan, Muhammad Jawahir menerangkan, kendati secara umum hubungan antar umat beragama di Kabuoaten Nunukan terbina baik namun antisipasi-antisipasi tetap perlu dilakukan.

Tujuan utama kegiatan yang gelar, menurut Muhammd Jawahir untuk menjaring masukan-masukan dari berbagai pihak lapisan masyarakat terhadap potensi-potensi konflik sosial berdimensi agama yang dapat berkembang di tengah msyarakat.

“Masukan-masukan persolan dan solusi yang dapat dilakukan melalui kegiatan ini akan kami ramu dan dirancang sebagai salah stu program kerja penting kami di tahun 2026 mendatang,” tegas Muhammad Jawahir. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version