Mahasiswa PNN Menuju Panggung Nasional

Tampil di IBAC XI Polban

BANDUNG – Panggung kompetisi bisnis tingkat nasional kembali dibuka. International Business Administration Competition (IBAC) ke-XI Tahun 2026 resmi digelar pada 10–13 Agustus 2026 di Politeknik Negeri Bandung.

Ajang bergengsi ini mempertemukan 23 politeknik dari berbagai penjuru Indonesia, menjadi wadah bagi mahasiswa vokasi untuk mengasah kompetensi, kreativitas, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, serta wawasan bisnis yang luas.

Dikatakan oleh Direktur PNN, Arkas Viddy, IBAC XI bukan sekadar arena perlombaan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, membangun kolaborasi lintas kampus, serta memperkuat semangat dan identitas pendidikan vokasi di Indonesia.

“Di sini, setiap peserta tidak hanya bersaing, tetapi juga saling belajar dan tumbuh bersama,” Terang Arkas Viddy.

Di antara peserta yang hadir, Politeknik Negeri Nunukan (PNN) tampil dengan semangat istimewa. Berasal dari wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kehadiran mahasiswa PNN membawa pesan kuat: keterbatasan geografis bukanlah batas untuk bermimpi, belajar, dan berprestasi di tingkat nasional. Jauhnya jarak bukan penghalang untuk hadir di panggung yang sama dengan kampus-kampus besar di Indonesia.

Kehadiran PNN dalam IBAC XI menjadi bagian dari upaya nyata untuk memperkenalkan potensi mahasiswa perbatasan kepada masyarakat luas. Ini adalah langkah membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah daya saing generasi muda vokasi yang tumbuh di wilayah perbatasan. Membuktikan bahwa kualitas tidak diukur dari lokasi, melainkan dari kemauan untuk terus maju dan berkarya.

Bagi mahasiswa PNN, perjalanan dari Nunukan ke Bandung adalah perjalanan menembus batas. Mereka datang membawa perspektif unik dari wilayah perbatasan yang kaya akan potensi ekonomi lintas negara, budaya, dan peluang bisnis yang khas. Hal ini menjadi nilai tambah yang memperkaya diskusi dan persaingan di kompetisi ini, membawa warna baru dari ujung utara Kalimantan.

IBAC XI, lanjut Arkas, juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia dari berbagai penjuru daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkompetisi, dan berkolaborasi.

“Tidak peduli berasal dari kota besar maupun daerah perbatasan, setiap mahasiswa vokasi berhak mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuannya dan diakui secara nasional,” terangnya.

Melalui partisipasi ini, PNN ingin menginspirasi mahasiswa perbatasan lainnya untuk tidak pernah ragu melangkah jauh. Bahwa dengan tekad dan persiapan yang matang, panggung nasional maupun internasional adalah milik siapa saja yang berani berjuang dan berusaha memberikan yang terbaik.

Dari perbatasan Nunukan menuju panggung nasional, IBAC XI menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi Indonesia mampu tumbuh menjadi generasi yang kompeten, tangguh, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta dunia usaha yang semakin dinamis. Semangat ini yang akan terus dibawa pulang ke Nunukan. Sebagai inspirasi bagi kampus dan masyarakat di wilayah perbatasan. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version