Denny Herianto Deadline 15 Hari Penyelesaian Gedung Baru BPSDM

Bangunan Lama Susah Tidak Layak Digunakan

TANJUNG SELOR – Gedung baru Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Utara di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) seolah menjadi harapan baru bagi aparatur sipil negara di daerah ini. Mengingat gedung lama yang kini ditempati dinilai sudah sangat memprihatinkan dan tak lagi ideal untuk menunjang kualitas kerja serta pelayanan, percepatan penyelesaian gedung baru ini menjadi prioritas utama.

Hal inilah yang melatarbelakangi langkah cepat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., yang menyempatkan waktu di tengah kesibukan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I, untuk turun langsung meninjau lokasi pembangunan, Rabu (3/6).

Tenggat Waktu Ketat: Selesai dalam Dua Minggu

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Denny turun tangan untuk memeriksa setiap jengkal bangunan, memastikan tidak ada kekurangan yang luput dari perhatian. Hasil peninjauan menemukan sejumlah aspek yang masih perlu disempurnakan sebelum gedung ini layak ditempati.

Dengan nada tegas, Denny meminta jajaran teknis dan pelaksana pekerjaan untuk bekerja lebih cepat dan tepat. Ia memberikan batas waktu yang jelas, hanya 15 hari, agar seluruh pekerjaan tuntas seratus persen.

“Masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan dan diperbaiki. Saya tidak mau gedung ini ditempati jika belum benar-benar siap sepenuhnya. Tetapi ingat, kecepatan itu mutlak diperlukan karena kantor yang kita pakai saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak lagi mendukung produktivitas,” tegas Denny.

Lebih dari Sekadar Kantor: Aset Produktif Penambah Pendapatan Daerah

Ada pandangan menarik yang disampaikan Sekprov. Baginya, gedung megah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat para pegawai bekerja atau ruang pelatihan semata. Potensi besar bangunan ini bisa digarap menjadi aset bernilai ekonomi tinggi bagi provinsi.

Nantinya, selain digunakan untuk pendidikan dan pelatihan ASN, fasilitas yang lengkap di gedung ini terbuka peluangnya untuk dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau swasta. Langkah ini diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tantangannya adalah bagaimana aset milik pemerintah ini bisa dikelola secara profesional dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah, bukan sekadar diam dan dipakai sendiri,” ujarnya penuh harap.

Wajah Gedung, Cerminan Jiwa Budaya Kaltara

Sentuhan terakhir yang tak kalah penting dan menjadi perhatian khusus Denny adalah tampilan fisik bangunan. Ia menginginkan agar identitas budaya Kaltara tidak hilang di tengah arsitektur modern.

“Gedung pemerintah adalah wajah daerah. Saya ingin nilai-nilai kearifan lokal dan ciri khas budaya kita tetap terlihat jelas dalam desain dan penampilan gedung ini, sehingga bangunan ini tidak hanya fungsional, tapi juga membanggakan dan mencerminkan karakter masyarakat Kaltara,” pesannya.

Usai memastikan progres pembangunan BPSDM, Denny melanjutkan agenda peninjauannya ke Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) serta mengecek kesiapan Ruang Sidang Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR). (dkisp)

Komentar
Exit mobile version